-->

Latar Belakang Lahirnya Perbandingan Administrasi Negara


 Dunia.Com -  Menurut berbagagi literature yang  membahas dan mrngupas tentang lahir dan perkembangan studi perbangdingan dalam Ilmu Administrasi Negara secara  umum dapat dibedakan kedalam dua sudut pandang. Tinjauan dari sudut perkembangan ilmu ( dalam hal ini adalha telah dilakukan oleh para ilmuan administrsasi negara atau public adminiistrasition,) dan Tinjauan dari sudutperkembangan praktek ( yakni apa yang dirasakan dan dialami langsung oleh para praktisi administrasi negara atau public Administrasitor.
1.      Tinjauana dari sudut Perkembangan ilmu Administrasi Negara.
Tinjauan dengan menggunakan paradigma dalam ilmu administrasi negara seperti yang dikesmukakan oleh Nicholah Henry dapat dipakai untuk melihat latar belakang dari lahirnya studi perbandingan administrasi negara semenjak lahirny apada tahun 1886, telah melalui beberapa paradigma yaitu Dikotomi Politik Administrasi, dan Paradigma Prinsip – Prinsip Administrasi, yang dilanjutkan dengan situasi tidak menentu yang dikenal dengan Masa Tantangan/ Krisis Identitas.

1)      Paradigam Dikotomi Politik dan Administrasi ( 1900 – 1926 ).

Menurut Frank J Goodnow dan Leonard D White ada dua fungsi pokok pemerintahyang amat berbeda satu sama lain yaitu politik dan administrasi. Politik dimakasud mengarah pada berbagai aktifitas kegiatan membuat kebijakan atau melahirkan keinginan – keinginan, tujuan – tujuan yang ingin dicapai negar ( trmasuk bagaimanaa cara mencapainya ), sedangkan Administrasi berhubungan dengan pelaksanaan dari kebijakan – kebijakan atau pihak yang meneksekusinya. Dua kegiatan ini harus dilaksanakan oleh dua lembaga atau institusi yang berbeda satu sama lain dan juga tidak saling mencampuri tugas dan tanggung jawabnya.
            Pada kondisi seperti ini ( jika dikaitkan  dengan pemikiran Montesquieu dalam konsep triasa political , badan legislative denga ditambah kemampuan penafsiran dari badan Yudikatif mengemukakan keingiinan – keinginan  negar dan kebijakan formal. Sedangkan badan eksekutif mengadministrasikan kebijakan – kebijakan secara adil dan tidak memihak kepada salah satu kekuatan paolitik. Penekanan pada paradigma ini adalah pada locus, mempermasalahkan daimana seharusnya administrasi berada yaitu berpusat pasa birokrasi pelaksana pemerintah.
            Dwight Waldo memberikan 4 dorongan munculnya administrasi, yaitu :
a)      Politik seharusnya sudah tidak usah mengganggu lagi administrasi
b)      Manajemen memberikan sumbangan analisnya terhadap administrasi
c)      Administrasi negara mampu menjadikan dirinya sebagai ilmu pengetahuan yang Value Free
d)     Misi dari ilmu administrasi ekonomis dan efisien

2)      Paradigma Prinsip – Prinsip Administrasi ( 1927 – 1937 )

WF Woloughby meulis Principles of Public Administration sebaga buku teks kedua yang membahas secara penuh bidang administrasi negara, berarti pada paradigma ini  Locus  berada pada esensi prinsip – prinsip administrasi yang merupakan prasyarat utama bagi administrasi negara untuk dapat disebut sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Fase ini dapat disebut sebagai puncak reputasi administrasi negara, yaitu adanya suatu kenyataan bahwa administrasi negara bisa terjadi pada semua tatanan administrasi tanpa mempedulikan kebudayaan, lingkungan , fungsi, misi atau atau kerangka intitusi yang berbedasatu sama lain antara negara bangsa di dunia. Selain itu prinsip administrasi dapat diterapkan dan diikuti dibidang apapun tanpa terkecuali, memecahkan dan menjawab berbagai problema dan tantangan yang dihadapi oleh negara beserta masyarakat.
Prinsip – prinsip administrasi dapat diterapkan dan dipakai oleh negara – negara yang berbeda dalam hal kebudayaan, fungsi, lingkungan, misi dan atau kerangka institusi. Sehinngga bisa terjadi administrasi negara yang sama di barat atau di timur belahan dunia, asalkan prinsip – prinsip digunakan akan menghasilkan sesuatu yang ralatif sama.
Luther M Gullick dan Linda L Urwick mementingkan focus pada Locus lewat POSDCORB atau Prinsip – prinsip  planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, dan Budgeting.

2.      Tinjauan dari Pengalaman Praktisi / Administrasi

Pada sekitar tahun 1942 – 1945 terjadi perang yang melibatkan beberapa negara yang sisebut denga Perang Dunia II. Paska PD II dampak yamg muncul dan ditemukan diberbagai belahan dunia adalah lahir / timbul negara – negara baru merdeka yang melepaskan diri dari negara penjajah denga berbagai cara masing – masing yang berbeda satu sama lain. Terutama negara – negara di timur dunia ( benua Asia – Afrika ) dan juga di bagian selatan benua Amerika.
Terkait denga fenomena muncuknya negara negara yang baru merdeka, PBB sebagai organisasi Internasional yang anggotanya terdiri darai berbagai negara didunia, menghimbau kelompok negar maju  ( terutama yang menang perang ) agar bersedia membantu perkembangan negara baru untuk mengejar ketinggalannya dari negara – negara yang sudah lebih awal maju.
Amerika serikat yang merupakan kelompok Negara yang menang perang menanggapi positif himbauan PBB tersebut dan memunculkan program bantuan teknis ( technical aids ) selnjautkanya yang lebih dikenal  Marshall Plan, karena pada waktu itu diajukan dan dikemukakan oleh George Marshall yang menjabat sebagai menteri Luar Negeri Amerika Serikat.
Program yang diusulkan ini meliputi hampir seluruh aspek kehidupan sebuah negara, antara lain berupa bantuan fisik, non – fisik, teknik, dan ilmu pengetahuan, ekonomi keuangan dan lainnya.
Para ahli dalam brbagai bidang ilmu pengetahuan dari negara – negara baru barat dikirim ke negara – negara baru merdeka dibelahan timur dunia dan memberikan pembelajaran terhadap para penyelenggara negara – negara yang baru merdeka agar mreka memiliki kemampuan yang tidak terlalu jauh berbeda dengan sejawatnya di negara – negara yang lebih maju. Ajaran tentang administrasi Negara juga disebarkan untuk dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang membutuhkan.
Diharapkan dengan adanya program bantuan teknis ini negara – negara yang baru merdeka dapat segera mengejar ketinggalannya, dapat memajukan masyarakatnya untuk dapat berkembang sebagai layaknya negara – negara yang telah lama merdeka. Dengan kata lain Timur diharapkan sama dengan Barat tetapi kenyataan membuktikan ternyata yang terjadi tidak seperti yang diharapkan, perkembangan negara –negara dibelahan Timur dunia tidak sama sepenuhnya dengan belahan dunia Barat.

                              Dampak dari dua tinjauan Teoritik dan Praktik.

Dampak dari pengalaman ilmuwan maupun praktisi yang dialami di negara – negara  baru merdeka yang menunjukan kondisi yang tidak sepenuhnya sama dengan negara – negara maju memberikan kesadaran bahwa prinsip – prinsip yang dikembangkan dalam administrasi negara tidak berlaku umum. Ada berbagai kondisi keadaan yang bersifat local yang ikut menentukan keberhasilan dari masing – masing negara. Dengan perkataan lain meskipun berbagai negara  menggunakan dan maengetrapkan prinsip administrasi  negara yang sama, dampak atau hasil yang didapat akan menjadi tidka sama karena adanya factor – factor lain yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi masing – masing masyarakat negara yang bersangkutan.
Kenyataan seperti itu selanjutnya ditegaskan Robert A Dahl bahwa para ilmuwan administrasi negara agar tidak ketinggalan dengan bidang ilmu pengetahuan yang lain harus meangembangkan / maengadakan studi perbanbandingan administrasi negara. Studi yang menggunakan metode dsn bersifat perbandingan ini dimasudkan untuk dapat maengatasi persoalan – persoalan baik yang bersifat keilmuwan maupun teknis adinistrasi.

DAFTAR PUATAKA
Heady, Ferrel, 1971. Public administration : A Comparative Perspektive, Englewood Cliffs, N. J, Prentice Hall Inc
Henry, N, 1998.  Public administration and Public Affairs,  Pearson Prentice Hall, New Jersey.
            Kadarwati, Tri, 1994. Administrasi Negara Perbandingan,  Karunika, Jakarta.
            Siffin, William J, 1967.  Comparative Study Of Public Administration, University, Bloomingto
LihatTutupKomentar