-->

PENERAPAN CAPACITY BUILDING, STRATEGI BARU ATAU MASALAH BARU ( Dimensi strategis administrasi publik ).

Sosial PolitikCapacity Building merupakan serangkaian strategi yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas dan responsivitas dalam rangka kinerja pemerintahan, dengan memusatoan perhatian kepada dimensi
( 1 ) Pengembangan SDM ,
( 2 ) Penguatan Organisasi,
 ( 3 ) Reformasi kelembagaan ( Grindle, 1997 : 1 - 28 ).

       Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia, perhatian diberikan kepada pengadaan atau penyediaan personel yang profesional dan teknis. Kegiatan yang dilakukan antara lain : Training, pemberian gaji / upah, pengaturan kondisi dan lingkungan kerja dan sistem rekruitmen yang tepat. Dalam kaitannya dengan penguatan organisasi pusat, perhatian ditujukan kepada sistem manajemen untuk memperbaiki kinerja dari fungsi - fungsi dan tugas - tugas yag ada dan pengaturan struktur mikro. Aktifitas yang harus dilakukan adalah menata sistem itensif, pemanfaatan personil yang ada, kepemimpinan,komunikasi, dan struktur manajerial. Dan berkenaan dengan reformasi kelembagaan, perlu diberi perhatian terhadap perubahan sistem dan institusi -institusi yang ada, serta pengaruh struktur makro. Dalam konyeks ini yang perlu dilakukan adalah melakukan perubahan " aturan main " dari sistem ekonomi dan politik yang ada, perubahan kebijakan dan aturan hukum, serta reformasi sistem kelembagaan yang dapat mendorong pasar dan berkembangnya masyarakat madani ( Grindle 1997 ).
       Menurut A. Fiszbein(1997) peningkatan kemampuan difokuskan pada :

  1. Kemampuan tenaga kerja ( labor )
  2. Kemampuan teknologi yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau kelembagaan
  3. Kemampuan " capital "yang diwujudkan dalam bentuk dukungan sumber daya, sarana dan prasarana.
      Sementara itu D. Eade (1998 ) mengatakan penigkatan kemampuan dalam tiga dimensi  yaitu :

  1. Individu
  2. Organisasi
  3. Networ.
      Nampaknya perkembangan dimensi individu dan organisasi merupakan kunci utama atau tittik strategis bagi perbaikan kinerja ( mentz, 1997 ), tetapi masuknya dimensi network ini sangat penting karena melalui dimensi ini,individu dan organisasi dapat belajar mengembangkan diri dan berinteraksi dengan lingkungannya.
       J. S. Edralin ( 1997 )juga mengupulkan berbagai  pendapat yang menggambarkan pemahaman mereka tentang " Capaciy Building ". Misalnya, World Bank memfokuskan penigkatan kemampuan kepada :
  1. Pengembagan Sumber Daya Manusia, khususnya training, rekruitmen, pemanfaatan dan penghentian tenaga kerja profesional, manajerial dan tehnis
  2. Organisasi, yaitu pengaturan struktur, proses, sumber daya,dan daya manajemen 
  3. Jaringan kerja interaksi organisasi, yaitu koordinasi kegiatan -kegiatan organisasi, fugsi jaringan kerja, interaksi formal dan informal
  4. Lingkungan organisasi, yaitu aturan perundang - undangan  yang mengatur pelayanan publik, tanggung jawab dan kekuasaan antara lembaga, kebijakan yang menghambat tugas - tugas pembangunan, dukungan keuangan dan anggaran
  5. Lingkungan kegiatan yang luas, yaitu mencakup faktor politik, ekonomi, dan kondisi - kondisi yang berpengaruh terhadap kinerja.
       Bila dicermati berbagai pendapat diatas maka " Capacity Building " sebenarnya berkenaan strategi menata input dan proses dalam mencapai output dan outcome, serta menata feedback untuk melakukan perbaikan -perbaikan pada tahap berikutnya. Strategi menata inpu berkenaan dengan kemampuan lembaga menyediakan berbagai jenis dan jumlah serta kualitas sumber daya manusia dan non manusia agar siap untuk digunakan bila diperlukan. Strategi menata berkaitan dengan kemampuan lembaga merancang, memproses dan mengembangkan kebijakan, organisasi dan manajemen. Dan strategi menata Feedback berkenaan dengan kemampuan melakukan perbaikan secara berkesinambungan dengan mempelajari hasil yang  dicapai, kelemahan - kelemahan input dan proses dan mencoba melakukan tindakan perbaikan secara nyata setelah melakukan berbbagai penyesuaian dengan lingkungan.

       Kapacity building adalah strategi yang dipilih suatu lembaga untuk meningkatkan Efisiensi dan efektifitas pelaksanaan fungsi - fungsinya. Apabila pemerintah daerah telah menetapkan bidang - bidang strategis dalam Rencana Strategis. Maka perlu diusulkan strategi - strategi yang tepat untuk mensukseskan tujuan dari masing - masing bidang strategis tersebut.

      Capasity building dipersepsikan sebagai kegiatan proyek sehingga hasilnya tidak berbeda dengan proyek - proyek lain yang dilakukan setiap tahun.
LihatTutupKomentar