-->

PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI


Administrasi - Menurut Wahyosumidjo (1984), kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, bawahan dan situasi. Sedangkan Susilo (1998) menyatakan bahwa kepemimpinan keseluurhan aktifitas dalam rangka mempengaruhi orang - orang agar mau bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang memang diinginkan bersama.
      Kepemimpinan secara umum, merupakan pengaruh, seni atau proses mempengaruhi sekelompok orang, sehingga mereka mau bekerja sama dengan bersungguh - sungguh untuk meraih tujuan kelompok atau organisasi.
     Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi orang lain seperti yang ia lihat ( Thoha, 1993 ). Gaya kepemimpinan adalah cara yang dilakukan oleh seorang pemimpin dalam mengatur segala hal yang ada pada organisasi atau kelompok untuk mencalai tujuan organisasi atau kelompok secara efektif dan efisien.
     Sedangkan Kinerja, kinerja berasal dari kata  Job performance atau Actual Performance yang berarti prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai seseorang Performance atau kinerja merupakan hasil keluaran dari suatu proses ( Nurlaila, 2010 :71 )  menurut pendekatan perilaku dalam manajemen, kinerja adalah kualitas atau kuantitas sesuatu yang dihasilkan atau jasa yang diberikan oleh seseorang yang melakukan pekerjaan ( Luthans, 2005 : 165 ).
     Menurut Dessler ( 1997 ), kinerja merupakan prosedur yang meliputi :

  1. Penetapan standar kerja
  2. Penilaian kerja aktual pegawai dalam hubungan dengan standar - standar ini
  3. Memberi umpab balik kepada pegawai dengan tujuan memotifasi orang tersebut.
    Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai.

    Gaya kepemimpinan merupakan suatu cara yang dimiliki oleh seseorang dalam.mempengaruhi sekelompok orang atau bawahan untuk bekerja sama dan berdaya upaya dengan penuh semangat dan keyakinan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan suatu organisasi baik sebagai keseluruhan maupun sebagai kelompok dalam suatu organisasi tertentu, sangat bergantung pada efektifitas kepemimpinan yang terdapat dalam organisasi yang bersangkutan. Dapat dikatakan bahwa mutu kepemimpinan yang terdapat dalam suatu organisasi memainkan peranan yang sangat dominan dalam keberhasilan organisasi tersebut dalam menyelenggarakan berbagai kegiatanya terutama terlihat dalam kinerja pegawainya ( Siagian, 1999 ).
     Pemimpin yang terdapat pada organisasi harus memiliki kelebihan -kelebihan dibandingkan dengan bawahannya, yaitu pegawai yang terdapat di organisasi yang bersangkutan, sehingga dapat menunjukan kepada bawahannya untuk bergerak, berniat, berdaya upaya ysng tinggi untuk mencapai tujuan - tujuan yang telah ditetapkan . Akan tetapi mencerahkan seluruh pegawai saja tidak cukup, sehingga perlu adanya suatu dorogan agar para pegawainya mempunyai minat yang besar terhadap pekerjaannya, maka kinerja pegawainya akan tinggi.
     Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi gaya Kepemimpinan yang diterapkan seorang pemimpin dalam suatu organisai. Faktor - faktor tersebut yaitu, antara lain :
  1. Faktor Karakteristik Pemimpin.   Kepribadian, Pengalaman masa lampau, latar belakang dan harapan pemimpin sangat mempengaruhi efektifitas kepemimpinan disamping mempnegaruhi gaya kepemimpinan yang dilihnya.
  2. Faktor Karakteristik Pegawai.  Respon yang diberikan oleh bawahan akan menentukan efektifitas Kepemimpinan. Latar belakang pendidikan bawahan sangat menentukan pula cara pemimpin menentukan gaya kepemimpinannya.
  3. Faktor Situasi. Dalam sebuah situasi tertentu, terkadang kita diharuskan untuk bertindak secara cepat dan refleks untuk menyelsesaikannya. Olwh karena itu kondusifitas situasi antaea atasan dan bawahan memang saling harus dikaitkan agar selalu terjadi kondisi situasi yang nyaman dan kondusif.
      Gaya kepemimpinan yang dapat digunakan oleh seorang pemimpin memiliki pengaruh terdahap kinerja pegawai sebagaimana yang disenutkan H. Joseph Reitz ( 1981 )yang dikutip Nanang Fatah bahwa harapan dan perilaku bawahan mempengaruhi terhadap apa gaya kepemimpinan seorang pemimpin. Suatu tujuan akan tercapai apabila terjadinya keharmonisan dalam hubungan atau interaksi yang baik antara atasan dengan bawahan, disamping dipengaruhi oleh latar belakang yang dimiliki pemimpin, seperti Motivasi untuk berprestasi, kedewasan dan keleluasaan dalam hubungan sosial dengan sikap - sikap hubungan manusiawi.
     Untuk mewujudkan gaya kepemimpinan ysng efektif diperlukan pemimpin yang berkualutas dan profesional yang mampu.memotivasi bawahan agar dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi tersebut. Setiap pemimoin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda -beda.
     Gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan. Semakin baik atau tinggi persepsi karyawan mengenai gaya kepemimpinan seorang pimpinan maka semakin banyak yang suka atau menghormati sehingga kinerja yang dimiliki karyawan akan optimal. Kepemimpinan Demokratis adalah pemimpin yang demokratis mendorong kelompok diskusi dan pembaut keputusan, lebih bersikap objektif dari dalam pemberian pujian dan kritik, serta menjadi satu dengan kelompok dalam hal memberikan spirit ( Miftah Thoha ( 2006 : 50 ).
     Sedangkan menurut Kerlinger dan Padhazur ( 2002 ), faktor kepemimpinan mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja pegawai karena kepemimpinan yang efektif memberikan penngarahan terhadap usaha - usaha semua pekerja dalam organisasi. Gaya kepemimpinan yang efektif dibutuhkan untuk dapat meningkatkan kinerja semua pegawai dalam mencapai tujuan organisasi.
LihatTutupKomentar