-->

puisi dan jenis - jenis majas

Puisi adalah media untuk mengungkapkan makna yang hendak diungkapankan penyair, puisi twrsebut dapat dinikmati sendiri atau dipublikasikan untuk dinikmati oleh orang lain.
        Banyak penyair yang telah mempublikasikan puisinya dibuku- buku, koran,majalah, bahakan situs internet. Upaya tersebut dilakaukan untuk menjadikan puisi sebagai media membagi rasa antara penyair dan penikmat puisi.
     Soerang penulis puisi terlwbih dahulu hendaknya mampu mengekpresikan perasaan dengan dapat memilih kata dan tema yang hendak ditulis. Seorang penulis puisi hendaknya cermat dalam memilihannya.
Sebagai penulis puisi, anda harus mengetahui tentang beragam majas yang ada dalam puisi. Majas dikenal juga dengan istilah bahasa figuratif.

  1. Majas Metafora. Yaitu kiasan langsung, artinya nemda yamg dikiaskan itu tidak disebutkan. Contohnya : kambing hitam, lintah Darat, bunga bangsa dan sebagainya.
  2. Majas Perbandingan, yaitu kiasan yang tidak langsung disebut perbandingan ( simile ) benda yang dikiaskan kedua - duanya ada bersama pengiasanya dan digunakan kata - kata ,seperti, laksana, bak,bagai dan sebagainya.
  3. Majas Personifikasi, yaitu keadaan atau peristiwa alam dengan menghiaskan sebagai peristiwa yang dialami manusia. Contohmya pada puisi "pada-mu-jua" karya Amir Hamzah. ( pelita jendela dimalam gelap / melambai pulang perlahan )
  4. Majas Hiperbola, yaitu kiasan yang berlebih -lebihan hal yang dibandingkan agar mendapat perhatian saksama. Contohnya pada puisi " Aku "karya Chairil Anwar ( Ku mau hidup seribu tahun )
  5. Majas Sinekdoke, yaitu penyebutan sebagian untuk maksud keseluruhan ( pars prototo ) atau penyebutan keseluruhan untuk maksud sebagian( totem proparte)
  6. Majas Ironi, yaitu kata - kata yang bersifat berlawana untuk memberikan sindiran, yang dapat berubah menjadi Sinisme atau Sarkasme. Contoh : Apakah gunanya pendidikan. Bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing. Ditengah kenyataan persoapanya.
      Dalam perkembangan puisi indonesia terdapat kelompok puisi lama dan baru.
Contoh Puisi Lama : Mantra. Mantra adalah susunan kata berbentuk puisi yang mengandung kekuatan gaib, orang yang mengucapkannya tidak sembarang orang. Gurindam. Gurindam terdiri atas dua baris, baris pertama tentang lukisan keadaan dan baris kedua akbita dari bait pertama. Dan tiap baris terdiri atas 10-14 suku kata
Contoh Puisi Baru:
Disticon          ( sajak 2 baris )
Terzina          ( Saja tiga seuntai )
Quatrain        ( Sajak Empat Seuntai )
Quint               ( Sajak 5 Seuntai )
Sextet              ( Sajak Enam Seuntai )
Septima            ( Sajak Tujuh Seuntai )
Stansa Atau Oktaf ( Sajak Delapan Seuntai )
        Puisi baru selain dibagi berdasarkan jumlah baris yamg terkandung dalam tiap - tiap baitnya itu, juga dibagi berdasarkan isi yang terkandung didalamnya.

  • Ode :Puisi atau sajak yang berisi tentang puji -pujian kepada seseorang, bangsa atau sesuatu yang dianggap mulia.
  • Himne : Puisi atau sajak pujian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, himne juga disebut saja ketuhanan.
  • Elegi : puisi atau sajak duka nestapa
  • Epigram : puisi atau sajak yang mengandung bisikan hidup baik dan benar, mengandung nasihat pendidikan dan agama
  • Satire : Puisi atau Sajak yang isinya selalu mengecam, mengejek, menyindir secara kasar( sarkasme ) suatu kepincangan sosial atau suatu ketidak adilan yang terjadi dalam.masyarakat.
  • Romance : puisi atau sajak yang berisikan cerita tentang cinta kasih, baik cinta kepada lain jenis kelamin, kepada bangsa dan negara, kedamaian dan sebagainya.
  • Balada : Puisi atau sajak yang berbentuk cerita.
LihatTutupKomentar