-->

Budaya Sekolah

Secara etimologis pengertian budaya ( Culture ) berasal dari kata latin Colere, yang berarti membajak tanah, mengolah, memelihara ladang ( Poespowardojo, 1993 ).
     Namun secara terminologis pengertian budaya menurut Montago dan Dawson (1993) merupakan Way of Life, yaitu cara hidup tertentu ysng memancarkan identitas tertentu pula dari suatu bangsa.

Koentjaraningrat mendefinisikan budaya sebagai " keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar ".
     Menurut Deal dan kennedy ; budaya sekolah adalah keyaninan dan nilai - nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan mereka sebagai warga suatu masyarakat.
     Hasil pengembangan budaya sekolah adalah meningkatkan perilaku yang konsisten dan untuk menyampaikan kepada personil sekolah tentang bagaimana perilaku yang seharusnya dilakukan untuk membangun kepribadian mereka dalam lingkungan sekolah yang sesuai dengam iklim lingkungan yang twrcipta disekolah baik itu lingkungan fisik maupun iklim kultur yang ada.
     Pemahaman bahwa budaya dan iklim sekolah mempunyai sifat yang sama, tidak berarti bahwa tidak akan terdapat sub-budaya didalam budaya sekolah. Oleh karena itu, budaya yang terbentuk dalam lingkungan sekolah yang merupakan karakteristik sekolah adalah budaya dominan atau budaya yang kuat, dianut, diatur dengan baik dirasakan bersama secara luas. Makin banyak personil sekolah yang menerima nilai - nilai inti, menyetujui gagasan berdasarkan kepentingannya, dan merasa sangat terikat pada nilai yang ada maka makin kuat buaday tersebut. Karena personil sekolah memiliki pengalaman yang diterima bersama, sehingga dapat menciptakan pengertian yang sama. Hal ini bukan berarti bahwa anggota yang stabil memiliki budaya yang kuat, karena nilai inti dari budaya sekolah harus dipertahankan dan dijunjung tinggi, namun juga harus dinamis.
       Untuk mencipatakan budaya sekolah yang kuat dan positif perlu dibarengi dengan rasa saling percaya dan saling memiliki yang tinggi terhadap sekolah, memerlukan perasaan bersama dan itensitas nilai ysng memugkinkan adanya kontrol perilaku individu dan kelompok serta memiliki satu tujuan dalam menciptakan perasaan sebagai satu keluarga. Dengan kondisi ysng seperti ini dan dibarengi dengan kontribusi yang besar terhadap harapan dan cita - cita individu dan kelompok sebagai wujud dan harapan sekolah yang tertuang dalam visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah ditunjang oleh iklim sekolah ysng mendukung konyribusi tersebut.
      Manfaat yang diperoleh dengan pengembangan budaya dan iklim sekolah yang kuat, intim, kondusif dan bertanggung jawab adalah :

  1. Menjamin kualitas kerja yang lebih baik
  2. Membuka suruh jaringan komunikasi dari segala jenis dan level baik komunikasi vertikal maupun horizontal.
  3. Lebih terbuka dan transparan
  4. Mencipatakan kebersamaan dan rasa saling memiliki yang tinggi
  5. Menignkatkan solidaritas dan rasa kekuargaan
  6. Menemukan kesalahan akansegera dapat diperbaiki
  7. Dapat beradaptasi dengan baik terhadap perkembangan IPTEK.
     Manfaat ini bukan hanya dirasakan dalam lingkungan sekolah tetali dimana saja karena dibentuk oleh norma pribadi dan bukan oleh aturan yang kaku dengan berbagai hukuman jika terjadi pelanggaran yang dilakukan.
     Selain beberapa manfaat diatas, manfaat lain bagi individu ( pribadi ) dan kelompok adalah :
  1. Meningkatkan kepuasan kerja
  2. Pergaulan lebih akrab
  3. Disiplin meningkat
  4. Pengawas fugsional bisa lebih ringan
  5. Muncul keinginan untuk selalu ingin berbuat proaktif.
  6. Belajar dan berprestasi terus
  7. Selalu ingin memberikan yang terbaik bagi sekolah, keluarga, orang lain dan diri sendiri.
LihatTutupKomentar