-->

TIGA MAHZAB DALAM. BELAJAR MATEMATIKA

Dalam konteks belajar matematika, yang penting adalah memahami sifat alamiah mamematika sebagai suatu bidang ilmu. Sedikitnya terdapat tiga mahzab,yakni silogisme, formalisme, dan intuitionisme. Mahzab silogisme dipelopori oleh filosof inggris Bertrand Arthur Russel ( 1930 ) dalam bukunya The Principle of Mathematics yang berpegang pada keyakinan bahwa matematika murni semata -mata terdiri dari deduksi dengan prisnip - prinsip logika. Dengan demikian, matematika dan logika merupakan bidang yang sama dengan seluruh konsep dan dalil matematika yang dapat diturunkan dari logika.
       Mahzab Formalisme dipelopori oleh ahli matematika dari jerman, David Hilbert ( 1958 ).menurut mahzab ini, sifat alamiah dari matematika adalah sebagai sistem lambang yang formal, sebab matematika bersangkut -paut dengan sifat - sifat struktural dari simbol - simbol melalui berbagai sasaran yang menjadi objek matematika. Bilangan -bilangan misalnya, dipandang sebagai sifat - sifat struktural paling abstrak yang dilepaskan dari suatu arti tertentu dan hanya menunjukan bentuknya saja. Mahzab formalisme berusaha menyelidiki struktur dari berbagai sistem . Berdasarkan landasan ini, seorang pendukung mahzab formalisme merumuskan matematika sebagai ilmu tentang sistem - sistem formal ( mathematics is the science of formal sistem ).
      Mahzab ketiga adalah Intuitionisme, dipelopori oleh ahli matematik Belanda, Luitzen Egbertus Jan Brower ( 1956 ). Ia berpendapat matematika sama dengan bagian eksakta dari pemikiran manusia. Ketetapan dalil - dalil matematika terletak pada akal manusia( human intellect ) dan tidak pada simbol - simbol diatas kertas, seperti yang diyakini oleh mahzab formalisme. Pemikiran mahzab Intuitionisme matematika berdasarkan suatu ilham dasar ( basic  intuition ) mengenai kemugkinan untuk membangun suatu seri bilangan yang tak terbatas. Ilham ini pada hakekatnya merupakan suatu aktifitas berpikir yang bergantung pada pengalaman, bahasa, dan simbolis yang bersifat objektif.
      Berdasar pada tiga mahzab diatas, dapat diidentifikasi bahwa karakteristik matematika dapat bersifat deduktif dan logis, sebagai sistem lambang bilangan yang formal, struktur abstrak, simbolisme, dan merupakan kumpulan dalil akal  manusia atau ilham dasar serta sebagai aktifitas berpikir. Karena karakteristik matematika yang kompleks itu, maka matematika dapat dipandang sebagai suatu disiplin ilmu.  Sebagaimana dikemukakan oleh Ritzer Dalam Dimyati ( 1991 ) bahwa matematika merupakan " ide abstrak " memiliki pijakan untuk mempelajarinya. 
LihatTutupKomentar