-->

Perencanaan pembangunan

Usaha - usaha perencanaan ekonomi ataupun perencanaan pembangunan dilakukan di indonesia dimulai sejak tahun 1947, setelah berjuang mempertahankan kemerdekaannya. Pelaksanaan perrncanaan tersebut dilatar belakangi oleh keadaan politik serta keadaan administrasi ekonomi yag berbeda beda.
      Pada tanggal 12 April 1947 dibentuk oleh presiden suatu badan bernama Panitia Pemikir Siasat Ekonomi atai disebut juga " Brain Trust ". Panitia pemikir tersebut telah berhasil merumuskan rencana sementara yang berjudul  " Dasar Pokok Daripada Paln Mengatur Ekonomi Indonesia". Panitia ini diketuai oleh Muhammad Hatta, wakil presiden ketika itu, dengan wakil ketua A. K. Gani. Moehammad Roem dan Sjafrudin  Prawira negara.
      Pada bulan juli, dimulai dengan suatu perencanaan beberapa sektor ekonomi. Perencanaan ini dirumuskan dibawah pimpinan I. J. Kasimo. Dengan Judul Perencanaan " Plan Produksi tiga Tahun RI yang yang dimaksudkan meliputi tahun 1948,1949,1950. Rencana ditujukan terhadap bidang Pertanian, Peternakan, Perindustrian dan Kehutanan. Pada waktu pemerintahan Federal dirunuskan pula suatu rencana kesejahteraan  ( Welvaarts plan ). Berdasarkan rencana Kasimo dan rencana kesejahteraan itu telah pula diusahakan suatu rencana Kesejahteraan Istimewa 1950 - 1951 khusus untuk bidang pertanian ( pangan ). Kemudian disusul suatu rencana Urgensi, juga untuk membentuk sektor industri, sering juga disebut rencana Urgensi untuk membangun industir 1950-1951. Rencana ini disusun dibawah pimpinan Sumitro Djojohadikusumo.
      Sejak tahun 1952 dimulai usah - usaha suatu perencanaan yang lebih bersifat menyeluruh, biarpun inti utamanya tetap adalah sektor publik. Suatu Dewan Perancang Negara dibentuk dengan badan penyelenggara ysng dinamakan Biro Perancang Negara . Dalam rangka ini telah berhasil dususun suatu Rencana Pembangunan Lima tahun 1956-1960. Biro Perancang Negara mula -mula diprakarsai oleh Sumitro Djojohadikusumo, kemudian dipimpin oleh Djuanda dan Ali Budiardjo.
      Pada tahun 1957 diadakan suatu Musyawarah Nasional pembangunan (MUNAP ). MUNAP memutuskan untuk mengusulkan kepada pemerintah pembentukan dewan perancang nasional diketuai oleh muhammad hatta. Namun demikian perkembangan tidak menghasilkan hal seperti itu. Kemudian dibentuk DEPERNAS diketuai Muhammad Yamin dengan wakil - wakil ketua Ukar Bratakusumah, Soekardi dan Sakirman. DEPERNAS berhasil Menyusun Rencana Pembangunan semesta Berencana ( RPNSB )1961-1969. Rencana pembangunan yang meliputi jangka waktu 8 tahun initerbagi atas rencana tahapan 3 dan 5 tahun. Dengan perubahan Depernas Menjadi BAPPENAS  Dan Mupenas pada tahun 1964 ysng dipimlin oleh Dr. SOeharto dan setelah itu oleh Roesian Abdulgani.
      Dapat dikemukakan bahwab rencana - rencana sampai dengan tahun 1953 tersebut menyangkut satu sektor tertentu. Sedang RPLT dan RPNSB bersifat menyeluruh menyangkut pembangunan Sosial ekonomi, bahkan RPNSB dimaksudkan sebagai rencana dalam rangka usaha pembangunan negara.
    Peremcanaan ini lebih merupakan suatu dokumen politik daripada suatu perencanaan pembangunan yang menjadi dasar bagi pelaksanaan kegiatan ysng nyata.
     Dalam rangka pelaksanaan RPNSB ingin diusahakan suatu rencana stabilisasi dalam rangka pelaksanaan Deklarasi ekonomi siprakarsai oleh Djuanda. Hal ini tidak terlaksana karena suasana memungkinkan berhubung rencana stabilisasi tersebut memerlukan bantuan luar negeri yang cukup besar berdasar satu laporan Humbphrey. Sehingga tidak mendapat dukungan politik. Keadaan  ekonomi bertambah parah, kemudian diusahakan pula suatu perencanaan ekonomi perjuagan Tiga Tahun ysng disebut juga rencana Banting Stir.
      Pada akhir tahun 1966 ( oktober ) dimulai suatu rencana dalam bentuk program stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi.
     Rencana Pembangunan Lima Tahun Pertana ( Repelita I ) disusun dan dimulai pelaksanaannya sejak 1 April 1969, diikuti Repelita II pada tanggal 1 April 1974. Kegiatan perencanaan dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( BAPPENAS )dibawah pimpinan Widjojo Nitisantoro dibantu oleh Emil Salim yang kemudian diganti oleh J.B. Sumarlin.

LihatTutupKomentar