-->

Macam - Macam Teori Belajar

Teori Belajar


Dunia.Com - Macam - Macam Teori belajar dapat dipahami sebagai prinsip -prinsip umum atau kolaborasi antara prinsip -prinsip yang saling berhubungan. Teori belajar bagaimana mendiskripsikan bagaimana manusia belajar.

    Pada dasarnya teori pertama dilengkapi oleh teori kedua dan seterusnya, sehingga ada varian, gagasan utama, ataupun tokoh yang tidak dapat dimasukan dengan jelas termasuk yang mana.

    Para psikolog pendidikan memunculkan istilah teori belajar setelah mereka mengalami kesulitan ketika akan menjelaskan proses belajar secara menyeluruh,berawal dari kesulitan tersebut muncullah beberapa persepsi berbeda dari para psikolog.


1.  Teori Behaviorisme.

     Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Timbulnya aliran ini disebabkan rasa       tidak puas terhadap teori psikologi daya dan teori Mental State. Sebabnya adalah karena aliran -         aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja.

2. Teori Pembiasan Klasik. 

    Teori pembiasan klasik ( classical conditioning ) ini berkembang  berdasarkan hasil                               eksperimen yang dilakukan Ivan Pavlov (1894-1936), pada dasarnya Classical   Comditioning             adalah sebuah prosedur penciptaan refleks baru dengan cara mendatangkan stimulus   sebelum          terjadinya refleks tersebut. Pavlov mengadakan percobaan terhadap anjing.
     Teori  Claasical  Conditioning yang ditemukan Pavlov didasarkan pada tiga proses, yaitu :
      1). Penyamarataan ( Generalization ), sebab respon dikondisikan dengan kehadiran stimulus yang              sama melalui keluarnya air liur.
      2). Perbedaan ( Discimination ) untuk merespon apabila ada perangsang makanan kemulutnya.
      3). Pemadaman ( extinction ) terjadi ketika stimulus disajikan nerulang -ulang tanpa adanya                      stimulus berupa makanan.

Baca Juga : Teori  Konstruktivisme Kelebihan dan Kekurangannya

3. Teori koneksionisme.
 
     Teori ini dikemukakan oleh Thordinke. Prinsip teori Thordinke adalah belajar asosiasi antara               kesan panca indra ( sense impression )dengan implus untuk bertindak ( impulse to action ).                 Asosiasi itulah yang menjadi lebih kuat atau lebih lemah dalam terbentuknya atau hilangnya               kebiasaan - kebiasaan.
     Oleh karena itulah teori Thordinke disebut  Connectionism psychology.  Awal experimennya                menggunakan kucing, ketika eksperimen awal ini berhasil maka ia melanjutkan pada hewan               lainnya. Teori Thordinke disebut juga teori Trial  and error, ( proses belajar dari kesalahan ).

       Teori       ini mempunyai Ciri - Ciri : 

        a). Adanya motif yang mendorong aktifitas
      . b). Adanya berbagai respon terhadap situasi.
        c).  Adanya eliminasi respon - respon yang gagal atau salah
       .d). Adanya kemajuan reaksi - reaksi dalam mencapai tujuan.
       Menurut Thordinken dalam proses belajar pada manusia maupun hewan adalah sama.

4.  Teori Gestalt.

       Menurut teori ini jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktur. Suatu                                   keseluruhan bukan tersiri dari bagian - bagian atau unsur -unsur.
      Teori Gestalt sangat berpengaruh terhadap tafsiran tentang belajar. Beberapa prisnsip yang harus        diperhatikan adalah :
        a.  Tingkah laku terjadi berkat interaksi antara individu dengan lingkungannya.
        b. Individu berada dalam keadaan keseimbangan itu akan mendorong terjadinya tingkah laku.
        c.  Belajar mengutamakan aspek pemahaman terhadap situasi problematis.
        d. Belajar menitik beratkan pada situasi sekarang, dalam situasi tersebut menemukan dirinya.
        e. Belajar dimulai dari keseluruhan dan bagian - bagian hanya bermakna dalam keseluruhan itu.
LihatTutupKomentar