-->

Model Perbandingan Administrasi Negara


Model Perbandingan administrasi Negara

Dunia.com - Penggunaan suatu Model dalam melaksanakan perbandingan Administrasi Negara ditemukan dan dilaksanakan dalam dua metoda terakhir  yaitu General System Building dari Fred W Riggs dan Midle Range Theory Formulation dari farrel Heady.
Model dapat dosinonimkan dengan contoh, pola, paradigma, ideal, standar, dan pencerminan. Ditinjau dari pemakaiannya istilah Model dapat dibedakan dalam dua keperluan yaitu utnuk pemakaian sehai – hari dan untuk tujuan ilmiah.
Dalton E Mac Farland mengartikan Model sebagai tujuan ilmiah adalah sebagai sarana untuk menggambarkan situasi atau serangkaian kondisi sedemikian rupa sehingga perilaku yang terjadi didalamnya dapat dijelaskan. Sedangkan Daniel E Griffiths menyatakan bahwa istilah Model dapat diperbandingkan dengan teori atau sinonim, dengan teori juga dapat dipergunakan untuk subyek – subyek yang tidak banyak dikenal.
Pernyataan yang lain kemukakan oleh Hilgard dan Daniel Lener bahwa Model menunjuk pada pernyataan eksplisit tentang struktur yang diharapkan dapat ditemukan didalam setiap mass of data tertentu.
Dalam hubungannyadengan Studi Administrasi Negara Fred W Riggs mengatakan bahwa Model menunjuk pada suatu susunan daripada simbol – simbol dan aturan pelaksanaan yang dibayangkan mempunyai pasangan dengan kenyataan. Dalam hubungan ini jelaslah bahwa Model merupakan peersamaan atau contoh perumpamaan ( paradigma ) antara dunia kenyataan dengan gambaran pemikiran yang disederhanakan. Dengan Model dapat diamati variabel – variabel sistem Administrasi Negara secara lebih cermat. Pendapat ini juga mengandung pengertian bahwa Model adalah Cophy  atau imitasi dari suatau objek yang disederhanakan
Sementara itu Pamudji menjelskan dan menyimpulkan bahwa Model lazimnya merupakan suatu penggambaran objek – objek, kejadian – kejadian, proses – proses atau sistem dan dipergunakan untuk peramalan dan kontrol. Selanjutnya mdel tersebut dipergunakan untuk  sebagai alat untuk  melakukan analisis terhadap suatu objek atau sistem.

Penggunakan Model Dalam Perbandingan Administrasi Negara

Ilmuwan yang mengtrapkan penggunaan Model adalah FW Riggs dengan teori Model Umum yang memunculkan dua Model yaitu : 1. Model Agraria dan Industri, 2. Model Sala atau prismatik. Ilmuwan kedua adalah Ferrel Heady dengan Teori Bentuk Tengah atau Struktural Bersyarat memunculkan Model birokrasi.

Asumsi dara yang dipakai oleh para ilmuwan ini adalah :

1. Masyarakat berkembaang dan berubah secara linear atau satu arah dari masyarakat yang sederhana / tradisional ke masyarakat yang kompleks / modern
2.    Perkembangan dan perubahan sistem Administrasi Negara yang semakin maju selalu mengikui sesuai, seiring dan sejalan dengan peerrkembangan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.

1.    Model Agraria – Industri  

Masyarakat secara dikotomis dibedakan menjadi dua kemlompok besar yaitu masyarakat radisional, sederhana, agraris, penguyuban ( Gemeinschaff ) dan masyarakat maju, kompleks, modern, industri patembayan ( Gesselschaff ) sebagai sisi yang lain dari perkembangan masyarakat. Masing – masing butuh kelompok, masyarakat ini akan memiliki Model sistem Administrasi Negara yang tidak sama.
Secara umum ciri masyaraat agraris antara lain :
1)   Pengelompokan dan pelapisan masyarakat berdasars keturunan, golongan, darah dan sebagainya
2)   Norma yang dominan berlaku dalam masyaraakat adalah norma yang bersifat partikularistik
3)   Jenis pekerjaan yang dimiliki dan dilakukan oleh anggota masyarakat homogen pada umumnya pada bidang pertanian
4)   Masyarakat relatif bersifat statis – stabil segan untuk berpindah ketempat lain.
5)   Pelapisan berdasar kehormatan /  kedudukan sosial, keturunan.
6)   Bentuk organisasi primer yang menonjol dan sangat berperan dalam masyarakat
7)   Aktifitas dalam bidang ekonomi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri
8)   Banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh anggota masyarakat untuk keperluan upacara yang berhubungan dengan kepercayaan tentang kehidupan.
Sedangkan ciri masyarakat Industri yaitu, antara lain :
1)   Penilaian berdasar pada prestasi, hasil kerja dari seseorang
2)   Norma yang berlaku didalam masyarakat bersifat universalisitk sehingga berlaku umum
3)   Jenis pekerjaan yang ada didalam masyarakat heterogen, spesifik sehingga memunculkan ragam pekerjaan yang tinggi / banyak dan spesialis
4)   Masyarakat bercirikan dinamis – mobil tidak segan untuk pindah baik yang berhubungan dengan tempat tinggal, jenis pekerjaan maupun yang lain
5)   Berlaku prinsip kesamaan antara sesama anggota masyarakat sehingga lebih tidak dapat ditemukan adanya lapisan – lapisan sosial dalam masyarakat
6)   Bentuk organisasi sekunder yang berperan menonjol dan kuat pengaruhnya dalam masyarakat
7)   Ekonomi berorientasi untuk memenuhi kebutuhan orang lain sehingga pandangan semakin ramai dan maju  ( tergantung pada kekuatan pasar )
8)   Anggota masyarakat lebi bersifat rasional lugas dalam berpppkir dan bertindak
Sistem Administtrasai Negara Agraris – Industria
Sesuai dengan kerangka analisis yang dikembangkan oleh FW Riggs maka didalam masyaraakt agraris akan ditemukan sistem Administrasi Negara yang sesuai dan sejalan dengan ciri – ciri masyarakat agraris / tradisional yang diberi nama agraria sedangkan didalam masyarakat industri akan didapatkan sistem Administrasi Negara yang sesuai dengan ciri – ciri masyarakat industri yang diberi nama  Industria
Model Agraria didalamnya ada dua Sub Model yaitu SubModel Fedualistik ( Feudalistik ) dan SubModel Biroktatik Imperium ( Imperial bureaucratic ). Demikian pula dengan Model Industria didalamnya ada dua SubModel yaitu SubModel Totaliter ( totalitarian ) dan subModel Demokrasi ( Democratic ).
Model sistem agraria akan berkembang dan berubah satu arah menuju Model sistem industria, demikian pula dengan masing – masing subModelnya.
Arah perubahan dan perkembangan subModel terlihat kedalam 6 ( enam ) konfigurasi yaitu :
1.    Perubahan dri subModel feudalistik menuju kearah Birokratik Imperium secara timbal balik yang sama – sama berada dalam Model Agraria
2.    Perubahan timbal balik juga terjadi dalam Model industria yang menyangkut antara subModel Totaliter dengan subModel Birokrasi
3.    Peerubahan searah dari subModel feudalistik yang ada pada Model agraria menjadi sumbodel Totalitet pada Model Industria
4.    Perubahan searah dri subModel feudalistik yang ada pada Model agraria menjadi subModel Demokrasi pada Model industria
5.    Peerubahan searah dari subModel Birokrasi Imperium yang ada pada Model Agraria menjadi subModel Totaliter pada Model industira
6.    Perubahan searah dari subModel Birokrasi Imperium yang ada pada Model Agraria menjadi subModel Demokrasi pada Model Industria
Variabel untuk prmbuatan Model Agraria – Inudtria adalah diferensiasi dan spesialisasi struktur dan fungsi. Struktur menujuk kepada adanya lembaga – lembaga / institusi sedangkan fungsi menunjuk kepada tugas pelasanaan dari suatu struktur. Didalam setiap masyarakat dijumpai lembaga – lembaga yang menjalankan fungsi tertentu. Sifat – sifat atau ciri – ciri yang membedakan berbagai macam tingkat prtumbuhan dan perkembangan masyarakat diperoleh dengan menghubungkan lembaga / institusi dan fungsi.
Dalam masyarakat tradisional ( dalam halini Model agraria ), belum ditemukan diferensiasi dan spesialisasi, dimana ssatiu lembaga lembaga menjalankan beberapa fungsi.masyarakat demikiana disebut Fused Society. Dalam masyarakat modern ( yang didalam hal ini termasuk Model agraria ), telah terdapat diferensiasi dasn spesialisasi yang berlanjut, dimana setiap lembaga menjalankakn fungsi tertentu yang sangat khusus. Masyarakat demikian disebut juga sebagai refracted society.
2.    Model SALA atau Prismatik
Model kedua yang diciptakan FW Riggs ini khusus digunakan untuk menelah dan menganalisis sistem Administrasi Negara yang ditemukan dan berada dalam masyarakat yang sedang berkembang atau berubah dalam proses perubahan yang terjadi dari tipe masyarakat yang tradisional ke tipe masyarakat modern
Asumsi yang digunakan dalam munculnya Model SALA yaitu :
1.      Masyarakat berubah dan berkembang secara unlinear / searah dari kutub tradisional menuju kutub yang lain yang modern.
2.      Percepatan pertumbuhan yang dialami dan yang dilakukan oleh Negara, bangsa – bangsa diberbagai belahan dunia tidak sama.
3.      Negara yang dapat diklasifikasikan kedalam kutub tradisional sebagai awal perkembangan masyarakat sudah amat sulit ditemukan atau nboleh disebut hampir tidak ada
4.      Secara riel belum semua Negara didunia dapat diklasifikasikan mencapapi dan menjadi Negara atau masyarakat modern
5.      Sebagian besar Negara justru tersebar berada pada posisi antara tipe tradisional dan tipe modern dengan prosentase perbandingan bobot yang sangat beragam
6.      Kelompok ini sudah tidak sepenuhnya tradisional tetapi juga belum sepenuhnya modern, didalamnya tercampur ciri karakteristik tradisional sekaligus juga ciri karakteristik modern secara bersama – sama berlaku dalam tata kehidupan masyarakat
7.      Pada kondisi dan kkedudukan seperti ini maka Model Agraria – Industria menjadi mudah tidak dapat dipakai lagi untuk memberikan atau menggambarkannya,
8.      Harus diciptakan Model lain yang mampu digunakan untuk menjelaskan tipe masyarakat campuran yang sedang berubah dari tradisional ke modern.
Menurut FW Riggs masyarakat Prismatik adalah masyarakat yang ssedang berubah / bergeser / beproses / bergerak dari Model masyarakat tradisional ke Model masyarakat modern yang didalmnya tercampur karakteristik tradisional sekaligus juga karakteristik modern yang diakui dan berlaku didalam masyarakat
a.      Model Masyarakat Prismatik
Menurut FW Riggs masyarakat Prismatik adalah masyarakat yang ssedang berubah / bergeser / beproses / bergerak dari Model masyarakat tradisional ke Model masyarakat modern yang didalmnya tercampur karakteristik tradisional sekaligus juga karakteristik modern yang diakui dan berlaku didalam masyarakat
Pada kondisi sekarang ini sulit mendapatkan realitas yang berada dikedua ujung ekstrim dari Model agraria dan industria,, yang ada kebanyakan dalam keadaan transisi ( Transtition society ) dari tradisional / agraris ke modern / industri. Untuk ini diciptakanlah  Model masyarakat Prismatik ( Prismatic Society ), yaitu suatu masyarakat yang memiliki ciri – ciri tradisional atau agraris bersamaan dengan ciri – ciri modern atau industria.
Dalam masyarakat prismatik bebrapa pemimpin telah mengadakan pembaharuan – pembaharuan, mereka menganggap dirinya sebagai promotor dan inisiator modenisasi. Dalam hal yang demikian ini tejadilah proses pendesakan dasn bukannya pengantian atas ciri – ciri atau saifat – sifat tradisional oleh ciri modern
Berikut adalah ciri masyarakat Prismatik menurut FW Riggs :
1.      Heteergonitas.
Salah satu ciri masyarakat prismatik ialah tingkat heteregonitas  yang tinggi. Dengan heteregonitas dimaksudkan suatu campuran sifat – sifat masyarakat tradisional ( fused society ) dan masyarakat modern ( refracted society ). Dalam perwujudan rielnya dijumpai antara lain kota – kota modern dengan golongan cerdik cendekiawan yang hebat – hebat, kantor – kantor gaya barat, dan sarana – sarana Administrasi modern berada ditengah – tengah daeerah pedesaan dengan penduduknya yang sebagian masih buta aksara diperintah oleh kepala – kepala rakyat atau orang tua – tua dimana peran mereka dibidang politik, Administrasi, keamanan dan sosial belum dideferensiasikan dan bercorak tradisional.
2.      Formalisme
Ciri stsu sifat yang kedua dari masyarakat prismatik adalah tingakt formalisme yang tinggi. Formalisme dapat diartikan sebagai tingkat ketidaksesuaian  ( discrepancy ) atau tingkat konggruensi ( conggrunce) antara apa yang telah dituliskan sebelumnya secara formal dengan apa yang dipraktekan atau ditindakan secara riel, antara norma- norma dan kenyataan atau realita. Semakin konggruensi keadaan semakin tidak relistis, semakin besar ketidaksesuian semakin lebih formalis.
3.      Tindan ( overlapping )
Didalam masyarakat prismatik terdapat tindakan yang banyak, artinya struktur – struktur yang telah dideferensiasikan secara formal ada berdampingan dengan dtruktur – struktur yang belum dideferensiasikan. Dengan perkatan lain didalam masyarakat prismatik telah disusun struktur baru, eperti misalnya dinas – dinas pemerintahan, dewan – dewan perwakilan rakyat, pemilihan umum, pasasr – pasar, sekolah – sekolah,  dan sebagainya, tetapi fungsi – fungsi Administrasi, politik, ekonomi, pendidikan dan sebagainyasampai tingkat tertentu tetap dijalankan oleh struktur lama yang belum dideferensiasikan, seperti keluarga, badan – baadan keamanan dan kelompok –mkelompok masyarakat tertentu lainnya.
b.      Model SALA
Nama SALA sebagai sebutan Administrasi Negara pada Negara – Negara atau masyarakat yang sedang berkembang (  prismatic society ), diaambilkan dari nama sebuah bagian bangunan rumah tinggal yang ditemukan di daerah Amereika Selatan. Bangunan ini agak terpisah dari rumah induk tetapi tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan atau tetap masih menyatu dan ada fasilitas penghubungnya, orang – orang barat dan Eropa menybutnya sebagai Paviliun.
c.       Ciri Karakteristik SALA sebagai Model sistem Administrasi Negara dalam Masyarakat Prismatik
1.Heterogenitas ( heterogenity )
Fungsi Administrasi kekeluargaan dengan struktur jabatan baru. Fungsi – fungsi Administrasi yang semula dilaksanakan atas dasar hubungan kekeluargaan tetap dilanjutkan tetapi secara sembunyi – sembunyi, sementara itu disusun struktur jabatan kantor yang baru guna menggantikan organisasi atas dasar  kekeluargaan tadi dan selanjutnya sebagai pantas – pantas disiapkan sperangkat norma untuk dipatuhi ( walaupun nyatanya norma itu diabaikan ).
2.Nepotisme ( nepotism )
Universalitik dengan hubungan kekerabatan. Dalam masyarakat tradisional jelas – jelas keluaga merupakan landasan bagi pemerintahan dan Administrasi Negara, dan wajar apaabaila jabatan – jabatan dalam Administrasi Negara disediakan bagi anggota keluarga ( nepotisme ).
Dalam masyarakat yang sedang berkembang ( prismatic sosciety ), sering terdapat seorang presiden atau perdana menteri yang dipilih,tetapi menyerahkan kedudukannya kepada anak, menantu, kemenakan atau keluarga dekatnya , yang sseharusnya kedudukan tersebut digantikan oleh sseseorang melalui pemilihan. Jabatan – jabatan dalam Administrasi Negara dijabat oleh orang – orang atas dasar norma yang bersifat universalistik, tetapi nyatanya diam – diam diisi oleh orang – orang yang punya hubungan kekerabatan. Hal – hal yang demikian ini menjadi salah satu ciri dalm pengadaan pegaawai dari Model sala.
3.Tindan ( Overlapping ).
Antara pekerjaan kantor dengan urusan keluarga. Pengaruh keluarga atau kerabat mengatasi pelaksanaan fungsi Dinas / kantor sedemikian rupa sehingga peraturan / hukum dilaksanakan seenaknya terhadap pihak – pihak diluar kerabat. Hal ini berlaku juga terhadap pelaksanaan kontrak, pembelian perbekalan, pengadaan barang, pembayaran pajak, pemeabrian liisensi, pemberian ijin dan lain sebagainnya.
Bagi pihak luar pegawa – pegawai dari Model sala ini nampak bersifat individualistik, karena mereka menilai keperntinggan keluarga lebih tinggi daaripada kepentingan dinas, pemerintah, kadang – kadang bahkan kepentingan Negara
4.      Poly communal // plural community.
Mobilitas cukup tinggi tetapi tingkaat asimilasi rendah. Pengelompokan atas dasar keluarga menumbuhkan solidaritas kelompok. Dalam Negara berkembang solidaritas kelompok didapat atas dasar etnis,agama, ras yang bersifat mobil karena faktor komunikasi yang yang relatif baik, tetapi belum trcapai asimilasi dengan penguasa ( elit ) karena sebagian dari anggota kelompok masih buta aksara, srhingga melahirkan beberapa kelompok masyarakat ( communities ) tertentu.
5.      Clect yang mencakup klik, klub, dan sekte ( clicques,club,sects ).
Orgsnisasi Primer / Tradisional dikelola secara modern atau sebaliknya. Clect dapat didefinisikan sebagai suatu organisasi yang memiliki fungsi – fungsi secara relatif bercampur baur bersifat semi tradisional, tetapi diorganisir secara asosiasional modern.
Sekte Oposisi dari partai – partai politik dan gerakan dallam masyarakat prismatik dapat digolongkan sebagai Clect. Suatu  organisasi mungkin jatuh dikuasai oleh suatu Clect teetentu yang anggota – anggotanya sangat kuat solidaritasnya dan sangat kompak menghadapi Clect yang lain.
Kekuasaan  yang ada seakan – akan dimonopoli oleh Clect  dimana pihak luar tidak dapat ikut serta. Dalm keadaan demikian berkembanglah suap,  uang pelicin, upeti, atau pungutan liar ( pungli ) guna mendapatkan pelayanan dan fasilitas
6.      Formalisme ( formalism )
Ekonomi bazaar canteen, pelaksanaan peraturan tersurat tidak sam dengan yang tersirat. Pelaksanaanya bisa diibaratkan sebagai bazar dimana tidak ada kepastian hharga bersama – sama dengan kantin yang sudah ada kepastianharga dalam mengatur segala sesuatu dalam kehidupan masyarakat. Komisi tidak wajar seakan –akan dibenarkan, harga barang yang dibeli oleh dinas dinaikan diatas haarga pasar ( mark – up ), dimana selisi harga diserahkan kepada pejabat sebagai “ komisi ” korupsi seolah – olah dilembagakan diikuti dengan mutasi periodik bergilir diantara jabatan – jabatan ´’basah” jabatan – jabatan kering.
7. Mitos, formula dan kode ( mythos, formula and Code )
Modern dalam pemikiran tetapi pelaksanaannya tradisional atau sebaliknya. Mitos, formula dan kode sudah diciptakan mengikuti pokok – pokok pikiran modern, tetapi dalam praktek tetap berlangsung tindakan – tindakan yang mengikuti norma tradisional.
Pemerintahan oleh rakyat, kedaulatan ditangan rakyat ( meerupakan mitos modern ), pejabat – pejabat eksekutif tertentu harus dipillih dalam pemilihan umum, pegawai – pegawai pemerintah Administrasi Negara adalah abdi masyarakat ( merupakan formula modern ), pemerintahaan harus bertindak sesuai dengan hukum, adminitrasi Negara dapat dituntut didepan pengadila Administrasi ( merupakan kode modern ), tetapi pada praktek kenyataannya rakyat dianggap sepi seolah – olah sebagai objek saja, sementara pejabat mengangkat dirinya dalam jabatan yang tidak dibatasi, bukan Administrasi yang menjadi  public servants yang melayani, tetapi sebaliknya menjadi master yang dilayanidan sebagainya
8.  Distribusi kekuasaan : otoritas lawan konrol ( distribution of power : Autority versus Control )
Kekuasaan seharusnya dibagi – bagi dengan pendelegasian dalam rangka desentralisasi, akan tetapi prakteknya justru sebaliknya sentralisasi yang berlaku. Pada sisi yang lain struktur kekuasaannya sentralistik dan terpusat akan tetapi pengendalian atau konttrolnya teerpissah – pisah tersebar dilakukan oleh banyak pihak.

3.    Model Birokrasi
Model yang ketiga ini dikemukakan oleh Ferrel Heady. Didasrkan pada metoda yang lain yang merupakan koreksi dan penyederhanaan Model yang umum menjadi lebih terbatas / khusus dan diberi nama Middle Range Theory Formulation.
Teori bentuk tengah ini tetap mendasarkan pada ekologi Administrasi Negara dengan ekologi atau lingkungannya, hanya saja polanya disederhanakan atau dipangkasa dengan menitik beratkan pada dua aspek saja. Kedua aspek yang dimaksud adalah sistem politik sebagai wakil dari lingkungan luar Administrasi Negara ( faktor non – Administrasi ) sebagai aspek lingkungan yang paling dominan, dan birokrasi sebagai wujud atau bentuk yang paling banyak dan mudah ditemukan daslam Administrasi Negara apapun ( baik dalam masyarakat yang sedang berkembang maupun masyarakat yang sudah maju / modern atau developed Countries ). Dengan perkataan lain dalamhal ini Negara dibedakan berdasarkan proses pembangunan yang telah dilakukan pada masing – masing Negara, yaitu kelompok Negara sedang membangun dan Negara yang sudah maju dalam pembangunannya.
Menurut Max Weber, Birokrasi yang ideal memiliki ciri – ciri :
1.      Hirarkhi, kantor – kantor diorganisir atas dasar susunan hirarkis
2.      Birokrasi adalah suatu istilah yang ditrapkan dalam usaha –usaha publik dan privat
3.      Struktur pekerjaan yang rasional. Terdapat pembagian kerja yang rasioanl, setiap jabatan / posisi dilengkapi dengan kewwenangan legal yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
4.      Formalisasi. Tindakan – tindakan, keputusana – keputusan dan peraturan – peraturan diformulasikan dan dicatat/ ditulis dengan tertib dan lengkap
5.      Kepemimpinan ( Manajemen ) terpisah dari hak milik. Terdapat kelompok klas administratif yang profesional dan digaji
6.      Tidak ada hakm milik pribadi atas jabatan / kantor
7.      Kemampuan dan latihan khusus diperlukan bagi kelompok klas administratif
8.      Anggota – anggota dipilih secara kompetitif atas dasar kemampuan / keahlian,
9.      Berdasarkan hukum. Setiap jabatan / kantor memiliki kewenangan yang dirumuskan secara jelas dalam arti yuridis
Model ini dalam melihat hubungan Administrasi Negara dengan lingkungan, hanya dilihat subsistem yang berpengaruh paling kuatdan besar terhadap birokrasi, dalam hal ini yang ditemukan adalah sistem politik. Sistem – sistem yang lain seperti sosial, ekonomi, budaya dan sebagainya tidak dapat berpengaruh secara langsung terhadap Administrasi Negara / birokrasi, melainkan pengaruhnya lewat sistem politik yang ada dalam hal ini dianggap sudah mencerminkan sistem ekonomi, budaya, sosial dan sebagainya.
Dari hasil analisis hubungan sistem politik dengan birokrasi memunculkan sebanyak 10 Model sistem adminisstrasi Negara, yang dikelompokan dalam Negara yang maju/ modern dengan Negara yang sedang berkembang sebagai berikut :
Pada Negara maju, modern ( Development Countries ) ada empat Model yaitu :
1.      Sistem klasik di Jerman dan Perancis ( Classical administratie system : frnace and Germany )
2.      Administrasi dalam budaya kewargaan sepeerti di inggris dan Amerika Serikat (  administration in the Ciic Culture : Great Britain and the United States )
3.      Adsministrasi dimodernisasikan seperti yang dilakukan di jepang (  Modenizing Administration : japan )
4.      AAdministrasi Komunis / sosialis di Uni Sovyet (  Administrative under Communist : the USSR )
Pada Negara sedang berkembang ( Developing Countires ) ada Enam Model  yaitu :
1.      Sistem Otokrasi Tradisional ( traditional Autocratic System ). Sepeerti Negara – Negara pada kawasan Timur Tengah
2.      Sistem Birokrasi Elite Sipil dan Militer ( Bureaucratie Elite System Cicil Militery ), sepesrti Indonesia dan Thailand.
3.      Sistem Kompetisi Penuh ( polyarchal Competitie System ), seperti di Philipina.
4.      Sistem Partai Dominan Semi Kompetisi ( Dominant Party Semi Competitive System ), seperti di India, Malaysia dan Indonesia.
5.      Sistem Mobilisasi Partai Dominan (n  Dominan Party Mobilization System ) seperti beberapa Negara di Afrika
6.      Sistem Komunis Totaliter (  Communist Totalitarian System ) seperti di Korea Utara.

DAFTAR PUSTAKA

Heady, Farrel, 1971. Public Administration : A Coparative Perspective, englewoodCliffs, N, J. Prentice Hall Inc.

Kadarwati, Tri, 1994.  Administrasi NegaraPerbandingan,  Karunia, Jakarta

Rapahaeli, Nimrod ( ED ), 1970.  Readings in Comparative Public Administration,  Allyn and Bacon Inc, Boston.

Siffin, William J, 1967.  Comparative Studi of Public Administration, Indiana University, Bloomington.

Suhardjono, 1988.  Pengantar Studi Perbandingan Administrasi Negara,  Penerbit sangkakala Malang.

Pamudji,S,1988. Ekologi Administrasi Negara, Bina Aksara, Jakarta

Riggs,Fred W,1978. Administration in Developing Countries : The Theory Of Prismatic Society, Houhton Mifflin Company, Boston




LihatTutupKomentar