-->

Perkembangan Metoda dalam Perbandingan Administrasi Negara


Dunia.Com - Metode diperlukan untuk dapat membedakan studi perbandiingan dengan studi ilmu yang lain. Tuntutan yang seperti ini tidak mudah dengan segera dipenuhi oleh studi perbandingan administrasi, karena baru lahir dan waktu yang tersedia masih sangat terbatas. Sehingga diputuskan bahwa jikaingin segera melakukan / melaksannakan studi perbandingan maka untuk sementara menggunakan metoda yang sudah beerkembang di bidang ilmu yang lain ( dalam hal ini terutama ilmu politik dan pemerintahan )
            Upaya meminjam atau menggunakan metoda yang ada dibidang studi ilmu yang lain pada waktu itu menujuk pada metoda yang bersifat : legislatik, formalisttik, institusionalistik, strukturalistik, dan fungsionalistik. Proses yang selanjutnya adalah menemukan dan merumuskan sendiri metode yang sesuai dengan kebutuhan dan karakterirtik pperbandingan administrasi negara.

Jenis Metode Perbandingan administrasi Negara

            Menurut Ferrel Heady ada empat jenis metoda perbandingan administrasi negara yaitu :
Modified Traditional,  Development Oriented, General System Model Building, Middle Range Theory Formulation.
1.      Metoda Tradisional yang di modifikasi (  Modified Traditonal )
Metode ini merupakan metoda yang sudah ada dan dipakai dalam studi perbandingan ilmu politik dan pemerintahan pada waktu itu. Ciri – ciri legal, formal, institusioanl, structural dan fungsional sangat kentara. Upaya untuk memperbaiki metida pinjaman ini dengan melakukan penyesuaian dengan kondisi dan kebutuhan perbandingan administrasi negar baik sebagai suatu keseluruhan ataupun pada aspek – aspek tertentu saja. Kelemahan pendekatan tradisional, antara lain.
a.       Tidak semua lembaga yang ada di barat terdapat juga di negara lain ( terutama pada negara yang sedang berkembang )
b.      Mungkin ada kesamaan dalam struktur tapi fungsi masing – masing berbeda
c.       Di dalam berbagai system politik pasti dapat di ketemukan fungsi yang sama, meskipun dilakukan lembaga yang berbeda dengan cara yang berbeda pula. Kelemahan lain yang terkait dengan metode ini menurut Dwi Waldo adalah bahwa perbandingan administrasi bersifat Culture Bound  ( terikat pada kebudayaan tertentu ), legalistic, formalistic, deskriptif, tidak mendalam, dan tidak btul – betul komparasi.

Metoda perbandingan yang culture bound adalah cara memandingkan sasaran perbandingan yang terdapat didalam lingkungan kebudayaan tertentu atau metoda perbandingan yang terikata denga kebudayaan tertentu ( dala hal ini adalah memusatkan pada negara -  negara maju yang didominasi oleh budaya barat / eropa.
            Metode perbandingan yang legislatik dan formalistic, memberikan perhatian pada lembaga – lembaga politik, pemerintahan dan administrasi negara yang ditentukan secara formal berdasarkan ketentuan perundang – undangan. Oleh karena perhatiannya yang diuamakan kepada formal, maka yang diperhatikan adalah lembaga – lenbaga politik dalam keadaan yang statis sehingga mengabaikan hubungannya dengan konteksnya. Dengan perkataan lain melepaskana hubungannya dengan kondisi social, ekomomi dan kebudayaan yang mencukupi, padahal setiap struktur hanya dapat difahami dengan sebaik – baiknya jika dipelajari jalinan hubungannya dengan kondisi ekologinya.
            Metoda perbandingan yang bersifat deskriptif merupakan cara perbandingan dengan jalan hanya menggambarkan atau melukiskan saja. Kelemahannya adalah tidak mengarah pada analisis tertentu, sehingga hasilnya tidak dapat dipergunakan untuk memberikan kejelasan, dan lebih jauh lagi tidak dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi secara umum.
            Kelemahan keempat metoda perbandingan tradisional tidak cukup mendalam sehingga tidak berhasil menemukan kkesamaan dan perbedaab dalam fungsi dari system politik yang diperbandingkan
            Sedangkan  kelemahan yang terakhir metoda tradisional berusaha mempelajari system demi system sehingga tidak bersifat analitik. Kaena yang dipelajari adalah system demi system individual maka dapat disebut metoda ini bersifat individualistic sehinga terkesan tidak betul – betul melakukan perbandingan
2.      Metode yang Berorientasi pada Pembangunan ( Development Oriented )
Metode yang kedua menyatakan bahwa pusat perhatian dari studi perbandingan administrasi negara diarahkan pada proses / usaha pembangunan berbagai negara bangsa, terutama pada negara – negara yang telah lama berdiri dan mereka yang dalam hal ini adalah negara – negara dibelahan barat dunia yaitu di Eropa dan Amerika
Pada negara – negara tersebut dilakukan penglihatan / observasi secara langsung terhadap apa yang sudah dilakukan dalam pengalaman – pengalaman Emppiris sebagai negara bangsa terutama sudah terlebih dahulu membangun. Secara lebih spesifik lagi dengan mempelajari factor – factor yang mendorong dan mendukung baik keberhasikan maupun kegagalan yang dialami pada program pembangunan di negara bangsa yang lebih maju
Pusat perhatian dari metoda ini pada usaha – usaha untuk menemukan dan mengenali 1). Kondisi dan persyaratan yang dibutuhkan dalam usaha – usaha untuk mencapai tingkat kemajuan yang optimal. 2 ). Kondisiyang menyertai atau mempengaruhi kemajuan atau tingkat peerkembangan yang telah dicapai. Hasil dari pengamatan dan pembelajaran dengan negara lain itu kemudian dipilih yang sekiranya sesuai dengan kondisi negara untuk dapat ditetapkan sesuai dengan situasi, kebutuhan dan kondisi dari negara – negara yang membutuhkanya . metode ini memberikan sumbangan yang besar terrhadap pembangunan administrasi negara sebagai ilmu yaitu berkembangnya kajian administrasi pembangunan
3.      Metode system umum demgam menggunakan Model (General System Model Building )
Pada metode ini studi perbandingan mengalami pergeseran yang cukup fundamental, karena sudah mengarah pada kesimpulan – kesimpulan yang bermaksan universal dengan menggunakan alat bantu modal. Keterkaitan proses administrasi dengan berbagai factor lingkungan menjadi pusat perhatian utama dalam stusi perbandingan administrasi
Metoda yang diciptakan oleh FW Riggs ini tidak membandingkan secara langsung fenomena administrasi yang ada di berbagai negara dan bangsa berbeda dengan dua metode terdahulu, tetapi dengan  membandingkan dengan menggunakan alat bantu yang diberi nama model, yang diciptakan / disusun dari fenomena – fenomena empiris secara induktif ( dari khusus ke umum ). Model harud dapat menggambarkan dan mencerminkan realitas kehidupan administrasi dan lain – lain, atau dengan perkataan lain metode ini memperhatikan semua aspek lingkkungan dan memberi kesempatan yang sama kepada semua factor lingkungan untuk berhubungan dan berpengaruh terhadap factor administrasi.
Pada model umum ini semua factor lingkungan tidak terkecuali harus dianalisis sebagai factor yang ikut membentuk dan mewarnai administrasi negara dimanapun. Keterkaitan dan pola hubungan seluruh factor lingkungan (  factor diluat lingkungan administrasi ) dengan aktifitas administrasi negara inilah yang kemudian menghasilkan wajah dan bentuk system administrasi negara eecar menyeluruh dan lengkap
4.      Metode Teori Bentuk Tengah (  Middle Range Theory Formulation )
Metode yang dikemukakan oleh Farrel Heady ini merupakan kritik atau pilihan lain dalam menggunakan alat bantu model. Menurutnya model umum dianggap terlalu luas dan membutuhkan biaya, awktu dan sebagainya yang relatife besar
Metode ini berusaha mengadakan / melakukan satudi perbandingan dengan mempergunakan aspek tertentu yang dipandang representative bagi keseluruhan system administrasi negar sebagai alat perbandingan. Menurut metode ini tidak perlu mengkondtruksi model keseluruhan system administrasi, melainkan dengan cara menentukan aspek tertentu dari keseluruhan system administrasi yang respentatif sebagai alat perbandingan.
Model bentuk tengah memangaks dalam dua hal yaitu aspek administrai diwakili Birokrasi dan aspek non – administrasi / lingkungan diambil yang paling kuat / dominasi yaitu aspek  / factor system politik.
Pemilihan terhadap aspek tertentu pada birokrasi kaena dipandang sebagai struktur yang dapat mawakili secara respentatif system administrasi. Birokrasi juga dipandang dapat memenuhi persyaratan sebagai struktur organisasi dalam pemerintahana negara, atau dengan perkataan lain sebagai struktur organisasi negara yang dapat ditemukan didalam pelbagai system politik yang ada di belahan dunia manapun, baik yang masih trasisional maupun yang sudah maju / modern
Karaktristik birokrasi antara lain :
1.      Hierarki. Tat susuna berdasar pada tingkat – tingkat kewenang yang menjamin suatu system atau tata tertib hubungan atasan bawahan. Tingkat yang tinggi mempunyai wewenang untuk mengawasi tingkat – tingkat yang lebih rendah. Tata hubungan atasan dan bawahan yang demikian dimaksudkan untuk menjamin kemungkinan dilakukanya pengarahan, kohesi dan kontinuitas.
2.      Diferensiasi atau spesialisasi fungsional, timbul karena pembagian kerja dan pemecahan tugas agar supaya pelaksanaan tugas pekerjaan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki dapat berjalan lebih baik
3.      Kualifikasi atau kompetensi, mengandung pengertian bahwa orang – orang yang diberi kewenangan dan beban tugas kewajiban tertentu dalam organisasi harus memiliki kemampuan kualitas tertentu yang sesuai dan memadai dengan tugas kewajibannya. Untuk dapat mencapai tingkat birokrasi yang lebih tinggi harus melalui proses pendidikan dan pelatihan
DAFTAR PUSTAKA
Heady, Farrel, 1971. Public Administration : A Coparative Perspective, englewoodCliffs, N, J. Prentice Hall Inc.
Kadarwati, Tri, 1994.  Administrasi NegaraPerbandingan,  Karunia, Jakarta
Rapahaeli, Nimrod ( ED ), 1970.  Readings in Comparative Public Administration,  Allyn and Bacon Inc, Boston.
Siffin, William J, 1967.  Comparative Studi of Public Administration, Indiana University, Bloomington.
Suhardjono, 1988.  Pengantar Studi Perbandingan Administrasi Negara,  Penerbit sangkakala Malang.
Pamudji,S,1988. Ekologi Administrasi Negara, Bina Aksara, Jakarta
Riggs,Fred W,1978. Administration in Developing Countries : The Theory Of Prismatic Society, Houhton Mifflin Company, Boston
LihatTutupKomentar