-->

Prinsip Penyusunan KTSP


Dunia.Com . Prinsip Penyusunan KTSP dan  melaksanakan kebijakan kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP ) adalah untuk mewujudkan kurikukulm yang sesuai dengan kehasan ( karakteristik ) , kondisi, potensi daerah , kebutuhan dan permasaslahan daerah, satuan pendidikan dan peserta didik, dengan mengacu pada standar nasional.

KTSP disusun dengan memerhatikan hal - hal sebagai berikut :



1. Peningkatan Iman dan Takwa Serta Akhlak Mulia. 

    Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta              didik     secara utuh. Kurikulum yang disusun memungkinkan semua mata pelajaran dapat                    menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

2. Pengembangan Potensi, Kecerdasan, dan Minat Sesuai dengan Tingkat Perkembangan dan                   Kemampuan Peserta didik.  

    Pendidikan merupakan proses sistematik untuk menigkatkan martabat manusia secara holistik            yang    memungkinkan potensi diri ( afektif, kognitif, psikomotor ) berkembang secara optimal.         Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memerhatikan potensi, tingkat perkembangan, dan        kinestetik peserta didik.

3. Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah dan Lingkungan. 

    Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing -      masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup        sehari - hari. Oleh karena itu, kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan         lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.

Baca Juga : kurikulum Terpadu ( Integral Curikulum )
            :Manajemen dan Fungsi Manajemen Kurikulum

4. Tunutan Pembangunan Daerah dan Nasional.

     Era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu       memerhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan          wawasan nasional. Untuk itu keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi.

5. Tuntutan Dunia Kerja. 

    Kegiatan Pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang          berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Kecakapan hidup dalam kurikulum              sangat penting untuk memasuki dunia kerja terutama untuk pendidikan kejuruan.

6. Perkembangan ilmu pengetahuan, Teknologi dan Seni.

    Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan      dimana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan.

7. Agama. 

    Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan takwa serta ahlak mulia     dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama.

 8.Dinamika Perkembangan Global. 

    Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat              penting ketika dunia digerakan oleh pasar bebas. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat              memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk              memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.

9. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat.

    Kurikulum harus dikembangkan dengan memerhatikan karakteristik sosial budaya Masyarakat            setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya        setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa      lain.

10. Karakteristik Satuan Pendidikan. 

      Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan              pendidikan.

11. Kesetaraan Gender.

      Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memerhatikan          kesetaraan gender.
LihatTutupKomentar