-->

Tiga Model Perbandingan Administrasi Negara

Gambar Istana Negara



Dunia.Com - Tiga Model Perbandingan Administrasi Negara  dikemukakan oleh  dua Tokoh  yaitu :  Fred W Riggs dan dua model umum yaitu 1 ). Model agraria dan Industria dan  2 ). Model SALA atau Prismatik dan tokoh yang kedua adalah Ferrel Heady dengan terorinya Mode Bentuk Tengah atau Struktural Bersyarat yang memunculkan Nodel Birokrasi.

1.    Model Agraria – Industria

Masyarakat secara dikotomis dibedakan menjadi dua kemlompok besar yaitu masyarakat radisional, sederhana, agraris, penguyuban ( Gemeinschaff ) dan masyarakat maju, kompleks, modern, industri patembayan ( Gesselschaff ) sebagai sisi yang lain dari perkembangan masyarakat. Masing – masing butuh kelompok, masyarakat ini akan memiliki model sistem administrasi Negara yang tidak sama.

Secara umum ciri masyarakat Agraria antara lain :

1). Pengelompokan dan pelapisan masyarakat berdasars keturunan, golongan, darah dan sebagainya
2). Norma yang dominan berlaku dalam masyaraakat adalah norma yang bersifat partikularistik
3). Jenis pekerjaan yang dimiliki dan dilakukan oleh anggota masyarakat homogen pada umumnya pada bidang pertanian
4). Masyarakat relatif bersifat statis – stabil segan untuk berpindah ketempat lain.
5). Pelapisan berdasar kehormatan /  kedudukan sosial, keturunan.
6). Bentuk organisasi primer yang menonjol dan sangat berperan dalam masyarakat
7). Aktifitas dalam bidang ekonomi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri
8). Banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh anggota masyarakat untuk keperluan upacara yang berhubungan dengan kepercayaan tentang kehidupan.

Sedangkan ciri masyarakat Industri yaitu, antara lain :

1). Penilaian berdasar pada prestasi, hasil kerja dari seseorang
2). Norma yang berlaku didalam masyarakat bersifat universalisitk sehingga berlaku umum
3). Jenis pekerjaan yang ada didalam masyarakat heterogen, spesifik sehingga memunculkan ragam pekerjaan yang tinggi / banyak dan spesialis
4)  Masyarakat bercirikan dinamis – mobil tidak segan untuk pindah baik yang berhubungan dengan tempat tinggal, jenis pekerjaan maupun yang lain
5)  Berlaku prinsip kesamaan antara sesama anggota masyarakat sehingga lebih tidak dapat ditemukan adanya lapisan – lapisan sosial dalam masyarakat
6)  Bentuk organisasi sekunder yang berperan menonjol dan kuat pengaruhnya dalam masyarakat
7)  Ekonomi berorientasi untuk memenuhi kebutuhan orang lain sehingga pandangan semakin ramai dan maju  ( tergantung pada kekuatan pasar )
8)  Anggota masyarakat lebi bersifat rasional lugas dalam berpppkir dan bertindak

2. Model SALA atau Prismatik

Model kedua yang diciptakan FW Riggs ini khusus digunakan untuk menelah dan menganalisis sistem administrasi Negara yang ditemukan dan berada dalam masyarakat yang sedang berkembang atau berubah dalam proses perubahan yang terjadi dari tipe masyarakat yang tradisional ke tipe masyarakat modern
Asumsi yang digunakan dalam munculnya Model SALA yaitu :
1.      Masyarakat berubah dan berkembang secara unlinear / searah dari kutub tradisional menuju kutub yang lain yang modern.
2.      Percepatan pertumbuhan yang dialami dan yang dilakukan oleh Negara, bangsa – bangsa diberbagai belahan dunia tidak sama.
3.      Negara yang dapat diklasifikasikan kedalam kutub tradisional sebagai awal perkembangan masyarakat sudah amat sulit ditemukan atau nboleh disebut hampir tidak ada
4.      Secara riel belum semua Negara didunia dapat diklasifikasikan mencapapi dan menjadi Negara atau masyarakat modern
5.      Sebagian besar Negara justru tersebar berada pada posisi antara tipe tradisional dan tipe modern dengan prosentase perbandingan bobot yang sangat beragam
6.      Kelompok ini sudah tidak sepenuhnya tradisional tetapi juga belum sepenuhnya modern, didalamnya tercampur ciri karakteristik tradisional sekaligus juga ciri karakteristik modern secara bersama – sama berlaku dalam tata kehidupan masyarakat
7.      Pada kondisi dan kkedudukan seperti ini maka model Agraria – Industria menjadi mudah tidak dapat dipakai lagi untuk memberikan atau menggambarkannya,
8.      Harus diciptakan model lain yang mampu digunakan untuk menjelaskan tipe masyarakat campuran yang sedang berubah dari tradisional ke modern.
Menurut FW Riggs masyarakat Prismatik adalah masyarakat yang ssedang berubah / bergeser / beproses / bergerak dari model masyarakat tradisional ke model masyarakat modern yang didalmnya tercampur karakteristik tradisional sekaligus juga karakteristik modern yang diakui dan berlaku didalam masyarakat
Model Masyarakat Prismatik

Menurut FW Riggs masyarakat Prismatik adalah masyarakat yang sedang berubah / bergeser / beproses / bergerak dari model masyarakat tradisional ke model masyarakat modern yang didalmnya tercampur karakteristik tradisional sekaligus juga karakteristik modern yang diakui dan berlaku didalam masyarakat
Pada kondisi sekarang ini sulit mendapatkan realitas yang berada dikedua ujung ekstrim dari model agraria dan industria,, yang ada kebanyakan dalam keadaan transisi ( Transtition society ) dari tradisional / agraris ke modern / industri. Untuk ini diciptakanlah  model masyarakat Prismatik ( Prismatic Society ), yaitu suatu masyarakat yang memiliki ciri – ciri tradisional atau agraris bersamaan dengan ciri – ciri modern atau industria.
Dalam masyarakat prismatik bebrapa pemimpin telah mengadakan pembaharuan – pembaharuan, mereka menganggap dirinya sebagai promotor dan inisiator modenisasi. Dalam hal yang demikian ini tejadilah proses pendesakan dasn bukannya pengantian atas ciri – ciri atau saifat – sifat tradisional oleh ciri modern
Berikut adalah ciri masyarakat Prismatik menurut FW Riggs :

1.      Heteregonitas.
Salah satu ciri masyarakat prismatik ialah tingkat heteregonitas  yang tinggi. Dengan heteregonitas dimaksudkan suatu campuran sifat – sifat masyarakat tradisional ( fused society ) dan masyarakat modern ( refracted society ). Dalam perwujudan rielnya dijumpai antara lain kota – kota modern dengan golongan cerdik cendekiawan yang hebat – hebat, kantor – kantor gaya barat, dan sarana – sarana administrasi modern berada ditengah – tengah daeerah pedesaan dengan penduduknya yang sebagian masih buta aksara diperintah oleh kepala – kepala rakyat atau orang tua – tua dimana peran mereka dibidang politik, administrasi, keamanan dan sosial belum dideferensiasikan dan bercorak tradisional.
2.      Formalisme
Ciri atau sifat yang kedua dari masyarakat prismatik adalah tingakt formalisme yang tinggi. Formalisme dapat diartikan sebagai tingkat ketidaksesuaian  ( discrepancy ) atau tingkat konggruensi ( conggrunce) antara apa yang telah dituliskan sebelumnya secara formal dengan apa yang dipraktekan atau ditindakan secara riel, antara norma- norma dan kenyataan atau realita. Semakin konggruensi keadaan semakin tidak relistis, semakin besar ketidaksesuian semakin lebih formalis.
3.      Tindan ( overlapping )
Didalam masyarakat prismatik terdapat tindakan yang banyak, artinya struktur – struktur yang telah dideferensiasikan secara formal ada berdampingan dengan dtruktur – struktur yang belum dideferensiasikan. Dengan perkatan lain didalam masyarakat prismatik telah disusun struktur baru, eperti misalnya dinas – dinas pemerintahan, dewan – dewan perwakilan rakyat, pemilihan umum, pasasr – pasar, sekolah – sekolah,  dan sebagainya, tetapi fungsi – fungsi administrasi, politik, ekonomi, pendidikan dan sebagainyasampai tingkat tertentu tetap dijalankan oleh struktur lama yang belum dideferensiasikan, seperti keluarga, badan – baadan keamanan dan kelompok –mkelompok masyarakat tertentu lainnya.
Model SALA
Nama SALA sebagai sebutan administrasi Negara pada Negara – Negara atau masyarakat yang sedang berkembang (  prismatic society ), diaambilkan dari nama sebuah bagian bangunan rumah tinggal yang ditemukan di daerah Amereika Selatan. Bangunan ini agak terpisah dari rumah induk tetapi tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan atau tetap masih menyatu dan ada fasilitas penghubungnya, orang – orang barat dan Eropa menybutnya sebagai Paviliun.
 3. Model Birokrasi
Model yang ketiga ini dikemukakan oleh Ferrel Heady. Didasarkan pada metoda yang lain yang merupakan koreksi dan penyederhanaan model yang umum menjadi lebih terbatas / khusus dan diberi nama Middle Range Theory Formulation.
Teori bentuk tengah ini tetap mendasarkan pada ekologi administrasi Negara dengan ekologi atau lingkungannya, hanya saja polanya disederhanakan atau dipangkasa dengan menitik beratkan pada dua aspek saja. Kedua aspek yang dimaksud adalah sistem politik sebagai wakil dari lingkungan luar administrasi Negara ( faktor non – administrasi ) sebagai aspek lingkungan yang paling dominan, dan birokrasi sebagai wujud atau bentuk yang paling banyak dan mudah ditemukan daslam administrasi Negara apapun ( baik dalam masyarakat yang sedang berkembang maupun masyarakat yang sudah maju / modern atau developed Countries ). Dengan perkataan lain dalamhal ini Negara dibedakan berdasarkan proses pembangunan yang telah dilakukan pada masing – masing Negara, yaitu kelompok Negara sedang membangun dan Negara yang sudah maju dalam pembangunannya.
Menurut Max Weber, Birokrasi yang ideal memiliki ciri – ciri :
1.      Hirarkhi, kantor – kantor diorganisir atas dasar susunan hirarkis
2.      Birokrasi adalah suatu istilah yang ditrapkan dalam usaha –usaha publik dan privat
3.      Struktur pekerjaan yang rasional. Terdapat pembagian kerja yang rasioanl, setiap jabatan / posisi dilengkapi dengan kewwenangan legal yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
4.      Formalisasi. Tindakan – tindakan, keputusana – keputusan dan peraturan – peraturan diformulasikan dan dicatat/ ditulis dengan tertib dan lengkap
5.      Kepemimpinan ( manajemen ) terpisah dari hak milik. Terdapat kelompok klas administratif yang profesional dan digaji
6.      Tidak ada hakm milik pribadi atas jabatan / kantor
7.      Kemampuan dan latihan khusus diperlukan bagi kelompok klas administratif
8.      Anggota – anggota dipilih secara kompetitif atas dasar kemampuan / keahlian,
9.      Berdasarkan hukum. Setiap jabatan / kantor memiliki kewenangan yang dirumuskan secara jelas dalam arti yuridis
Model ini dalam melihat hubungan administrasi Negara dengan lingkungan, hanya dilihat subsistem yang berpengaruh paling kuat dan besar terhadap birokrasi, dalam hal ini yang ditemukan adalah sistem politik. Sistem – sistem yang lain seperti sosial, ekonomi, budaya dan sebagainya tidak dapat berpengaruh secara langsung terhadap administrasi Negara / birokrasi, melainkan pengaruhnya lewat sistem politik yang ada dalam hal ini dianggap sudah mencerminkan sistem ekonomi, budaya, sosial dan sebagainya.
Dari hasil analisis hubungan sistem politik dengan birokrasi memunculkan sebanyak 10 model sistem adminisstrasi Negara, yang dikelompokan dalam Negara yang maju/ modern dengan Negara yang sedang berkembang sebagai berikut :
Pada Negara maju, modern ( Development Countries ) ada empat model yaitu :
1.      Sistem klasik di Jerman dan Perancis ( Classical administratie system : frnace and Germany )
2.      Administrasi dalam budaya kewargaan sepeerti di inggris dan Amerika Serikat (  administration in the Ciic Culture : Great Britain and the United States )
3.      Adsministrasi dimodernisasikan seperti yang dilakukan di jepang (  Modenizing Administration : japan )
4.      Aadministrasi Komunis / sosialis di Uni Sovyet (  Administrative under Communist : the USSR )
Pada Negara sedang berkembang ( Developing Countires ) ada Enam model  yaitu :
1.      Sistem Otokrasi Tradisional ( traditional Autocratic System ). Sepeerti Negara – Negara pada kawasan Timur Tengah
2.      Sistem Birokrasi Elite Sipil dan Militer ( Bureaucratie Elite System Cicil Militery ), sepesrti Indonesia dan Thailand.
3.      Sistem Kompetisi Penuh ( polyarchal Competitie System ), seperti di Philipina.
4.      Sistem Partai Dominan Semi Kompetisi ( Dominant Party Semi Competitive System ), seperti di India, Malaysia dan Indonesia.
5.      Sistem Mobilisasi Partai Dominan (n  Dominan Party Mobilization System ) seperti beberapa Negara di Afrika
6.      Sistem Komunis Totaliter (  Communist Totalitarian System ) seperti di Korea Utara.


DAFTAR PUSTAKA

Heady, Farrel, 1971. Public Administration : A Coparative Perspective, englewoodCliffs, N, J. Prentice Hall Inc.

Kadarwati, Tri, 1994.  Administrasi NegaraPerbandingan,  Karunia, Jakarta

Rapahaeli, Nimrod ( ED ), 1970.  Readings in Comparative Public Administration,  Allyn and Bacon Inc, Boston.

Siffin, William J, 1967.  Comparative Studi of Public Administration, Indiana University, Bloomington.

Suhardjono, 1988.  Pengantar Studi Perbandingan Administrasi Negara,  Penerbit sangkakala Malang.

Pamudji,S,1988. Ekologi Administrasi Negara, Bina Aksara, Jakarta

Riggs,Fred W,1978. Administration in Developing Countries : The Theory Of Prismatic Society, Houhton Mifflin Company, Boston





LihatTutupKomentar