-->

Isi Kandungan Surah Al - Ahzab



Surah Al-Ahzab  adalah surah ke-33 dalam Al-Qur'an. Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran. Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Isi Kandungan Surah Al - Ahzab 


Ayat 4 Larangan Mengasopsi Anak,


“ Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya, dan dia tidak menjadikan istri – istrimu yang kamu zihar ( Zihar adalah perkataan seorang suami kepada istrinya” punggungmu haram bagiku seperti pungung ibuku,” ) itu sebagai ibumu, dan dia tidask menjadikan anak angaktmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan dimulut mu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan dia menunjukan jalan (yang benar ).”  (  Ayat 4 )


Menurut riwayat  Ibnu Abbas, ayat ini berkenaan dengan seseorang dri Bani Fahm, “ sesungguhnya didalam rongga dadaku ada dua hati. Keduanya lebih cemerlang daripada hati muhammad.” Ayat ini juga berkaitan dengan zihar yang dialami oleh Kaulah Binti Sa’labah, istri Aus bin as samit, selain itu, hal ini juga berkenaan dengan penghapusan adopsi. Sebelumnya Rasulullah saw menjadikan seorang hamba sahaya yang dimerdekakan, Zaid bin Haris sebagai anaknya, dengan ayat ini membatalkan yang belilau dahulu putuskan.

Ayat 9. Selalu Mengingat Nikmat dari Allah


“ Wahai orang – orang yang beriman ! ingatlah akan nikmat Allah ( yang telah dikaruniakan  ) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu, allah maha melihat apa yang kamu kerjakan.” ( Ayat 9 )

Diriwayatkan dari Huzaifah ketika perang Ahzab berlansung, padas tengah malam yang gelap gulita, pasukan muslim dikepung pasukan – pasukan kafir,Abu Sufyan beserta pasukannya berada diatas puncak bukit, pasukan yahudi Bani Quraidah berada dilembah – lembah. Pada saat itu allah memberikan pertolongan kepada pasukan islam dengan mengirimkan angin yang kencang yang membawa batu – batu kerikil sehingga mereka lari terbirit – birit. Lalu, turunlah ayat ini agar umat islam selalu mengingat nikmat allah yang tlah dianugerhakan kepada mereka.

Ayat 21.  Ucapan yang Membawa Kebaikan


“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tladsan yang baik bagimu ( yaitu ) bagi orang – orang yang mengharapkan ( Rahmat ) Allah dan ( kedatangan ) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”   ( Ayat 21)


Rasulullah saw bersabdas, “ Setiap ucapan anak Adam pertanggungjawabkannya menjadi bebannya. Tidak membawa kebaikan kecuali amar ma’ruf, atau Nahi mungkar, atau zikir kepada Allah.” ( HR. At Tarmizi )

Ayat 21 – 24 .Suri Teladan pada diri Rasulullah saw.


Dari Amru bin Dinar bahwa Ibnu Umar beerkata,” Nabi saw tiba di mekah, lalu taawaf mengelilingi ka’bah tujuh kali, shalat disisi makam dua raka’at, lalu sa’i antara shafa dasn marwah. Sungguh bagi kalain ada suri teladan yang baik pada diri Rasulullah saw. HR> Bukhari )

Ayat 23. Pujian Bagi Orang – Orang yang Teguh dan menepati Janji di Jalan Allah


“ Diantara orang – orang mukmin itu ada orang  - orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan diantara mereka ada yang gugur, diantara mereka ada (pula) ada yang menunggu  nunggu ( menunggu apa yang telah allah janjikan kepadanya ) dasn mereka sedikitpun tidask merubah ( janjinya ).  ( Ayat 23 )


Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ayat ini turun berkenaan dengan Anas bin An Nadhar paman Anas bin Malik yang tidask sempat turut dalam perang Badar. Lalu, dia berjanji kepada Allah, sekiranya dia diberikan kesempatan dalam peperangan selanjutnya dia akan turut serta. Pada peperangan kemudian, perang Uhud, dia turut berperang dan dengan gigih berjuang dijalan Allah hingga gugur sebagai Syahid. Maka turunlah ayat ini sebagai pujian kepada orang – orang yang teguh dalam janjinya.

Ayat 35. Kesetaraan Dalam Ibadah.


“ Sungguh Laki – laki dan peerempuan muslim, laki – laki dan perempuan mukmin, laki –laki dan perempuan yang tetap dalm ketaatnnya,laki – laki dan perempuan yang benar, laki – laki dan perempuan yang khusyuk, laki – laki dan permpuan yang bersedekah, laki laki dan permpuan yang berpuasa, laki – laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya,laki – laki dan perempuan yang banyak menyebut ( Nama ) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”  ( Ayat 35 )


Diriwayatkan oleh Ummu Imaarah Al Ansari bahwasanya dia datamg kepada rasulullah dan beerkata, “ Wahai Rasulullah, aku melihat segala sesuatu itu selalu berkaitan dengan laki – laki, sedangkan untuk kaum wanita tidak pernah disinggung sedikitpun.” Maka turunlah ayat ini.( HR. At Tarmizi ).


Rasulullah saw berssabda,” Manusia yang sempurna dari kalangan Laki – laki banyak, dan tidak ada manusia yang sempurna dari kalangan wanita kecuali Aisyah, Istrinya Fir’aun dan Maryam Binti Imran. Adapun keistimewaan Aisyah dibandingkan wanita – wwanita lain adalah bagaiakan keistimewaan makanan Tsarid ( sejenis makanan berkuah seperti bubur yang terbuat dari daging dan roti ) terhadap makanan yang lain.” ( HR. Bukharu dan Muslim ).

Ayat 40. Muhammad adalah Utusan Allah.

“ Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang dintara kamu. Tetapi dia adalah utusan allah dan penutup para nabi. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu.”  ( ayat 40 )


Diriwayatkan dri Aisyah bahwa ketika Rasulullah saw menikahi Zainab binti Jahsy, orang – orang berkomrntar, “ Muhammad menikah dengan mantan istri anaknya Zaid,” maka turunlah ayat ini yang menegaskan bahwa Zaid bukanlah anak Rasulullah Saw.

Ayat 49 – 50. Raasulullah Makan, Tidur dan Menikah


Anas bin Malik mengatakan bahwa sekelompok orang dari kalalngan sahabat beranya kepada istri – istri nabi saw, mengenai amalan beliau yang tersembunyi ( pada waktu itu ), sebagian dasri merekapun berkata, “ Aku tidak akan menikah,” sebagian lagi berkata,” Aku tidask akan makan daging,” dan sebagian lain lalgi berkata,”aku tidask akan tidur diatas kasurku,:” mendengar ucapan – ucapan tersebut Nabi ssaw memuji allah dasn mennyanjung- Nya, kemudian bersabda,” Ada apa dengan mereka ? mereka berkata begini dan begitu, padahal aku sendiri shalat dasn juga tidur, berpuasa dasn juga berbuka dan aku juga menikahi wanita. Maka siapa saja yang membenci sunnah ku, berarti bukan dasri golingan ku.” ( HR. Muslim )

Ayat 53 – 54  Peringatan Untuk Sahabat – Sahabat Rasulullah


Ayat 53 ini melarang Sahabat – sahabat Rasulullah untuk menikahi bekas – bekas istri Rasulullah saw, dasn melarang istri – istrinya menikah lagi setelah beliau wafat, jika mereka melakukanya maka dosa besar bagi mereka.

Ayat 56. Perintah bershalawat Kepada Nabi.


“ Sesungguhnya Allah dsan para malaiakt bershalawat untuk Nabi. Wahai orang – orang yang beriman ! bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah ssalam dengan penuh penghormatan kepadanya.”


Dari Abdullah bin Amr bin Ash bahwa Rasulullah saw bersabda,” apabila kalian mendengar muadzin, ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah atasku karena orang yang bershalawat ataasku dengan satu shalawat, niscaya allah akan bershalawat atasnya dengannya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada allah wasilah untuk ku, kerna dialah suatu tempay di syurga, tidaklah layat tempat tersebut kecuali untuk seorang hamba dari hamba – hamba allah. Dan aku berharap agaar aku menjadi hamba tersebut, dan barang siapa memintakan wasilah untukku, syafaatku halal baginya.” ( HR. Muslim )

Ayat 70. Wasiat Rasulullah saw.


“ Wahai orang – orang yan beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”  ( Ayat 70 )


Abdullah bin Qais ra. Berkata, suatu ketika Rasulullah saw shalat, mengimani kami, kemudian, beliau berssabda,” kalain tetaplah berada ditempat”, kemudain beliau mendtangi tempat kaum laki – laki dan bersabda,” Sesungguhnya allah telah memerintahkan aku untuk memerintahkan kalian selalu bertakwa kepada allah dan selalu berkata dengan kata – kata yang baik.” ( HR.Ahmad )


LihatTutupKomentar