-->

Isi Kandungan Surah Al - Anbiya



Surah Al - Anbiya adalah salah satu golongan surah Makkiyyah karena diturunkan Allah swt di Mekah, Surah ini terdiri dari 112 ayat dan merupakan surah ke - 21 dalam Al - Qur'an. Surah ini dinamai Al - Anbiya ( Nabi - Nabi ) karena didalamnya mengisahkan beberapa Nabi dan keutamaan - keutamaan para Nabi tersebut.

Berikut Isi Kandungan surah Al - Anbiya


Ayat 6. Peringatan untuk Penduduk Mekah
"Penduduk suatu negeri sebelum mereka, yang telah kami binasakan, mereka itu tidak beriman ( padahal telsh kmi kirimksn bukti ). Apakah mereka akan beriman." ( Ayat 6 )

Diriwayatkan dari Ibnu Janir dan Qatadah bahwa para penduduk mekah yang masih kafir meminta kepada Rasulullah untuk memohon kepada tuhannya agar bukit Shafa berubah menjadi emas. Jika Muhammad adalah benar – benar utusan Allah, mereka berjanji akan beriman. Kemudian jibril  mengatakan kepada Muhammad bahwa itu bisa saja terkabul, tetapi jika mereka tetap tidak beriman, mereka akan dibinasakan seperti umat – umat sebelum mereka. Akhirnya Rasulullah menolak permintaan mereka. Maka dari itu turunlha ayat ini sebagai peringatan.

Ayat 11. Balasan Bagi Para Penzalim di Neraka Jahanam
Dan berapa banyaknya ( penduduk )negeri yang zalim yang telah kami binasakan, dsan kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu ( sebagai penggantinya )”  ( Ayat 11 )

Rasulullah saw bersabda,” Di Neraka jahanam ada sebua lembah. Di lembah itu ada sebuah sumur bernama Habhab. Di sumur itu Allah melemparkan semua orang yang berlaku zalim.” ( HR. Hakim )

Ayat 11 - 15. Binasanya Kaum yang Zalim.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasuliullah saw bersabda.” Apa kalian ( di dunia ini merupakan bagian dari tujuh puluh bagian api Jahanam. “ Ditanya kepada beliau,” Wahai Rasulullah, satu bagian itu saja sudsh cukup ( untuk menyiksa pelaku maksiat )” ditambahkan diatasnya dengan enam puluh sembilan kali lipat yang sama panasnya.”

Ayat 21 – 29. Dosa Syirik, merupakan dosa besar.
Syirik adalah mengambil ( menyembah ) tuhan selain Allah sebagai tuhan.
Rasulullah saw pernah ditanya tentang dosa – dosa besar. Beliau menjawab, “ Dosa – dosa besar itu adaalh menyekutukan allah, durhaka kepada orang tua, membunuh jiwa tidak dengan jalan hak dan kesaksian dusta.” ( HR. Bukhari )

Ayat 30 – 35. Penciptaan Alam Semesta
“ Dan apakah orang – orang kafir tidask mengetahui bahwa langit dsn bumi keduanya dulu menyatu, kemudian kami pisahkan antara keduanya, dsan kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman ?. “( Ayat 30 )

“ Dan kami telah ciptakan di bumi ina gunung -  gunung yang kokoh agar ia ( tidak ) guncang bersama mereka, dasn kami jadikan ( pula ) disana jalan – jalan yang luas, agar mereka mendpat petunjuk.” ( Ayat 31 )

“ Dan kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling, dari tanda – tanda ( kebesaran allah ) itu, ( Matahari, Bulan, Angin, Awan dan Lain – lain ).” ( Ayat 32 )
Rasulullah saw bersabda,” Allah telah menetapkan ( nenentukan ) takdir bagi semua mahluklima puluh tahun sebelum allah menciptakan langit dan bumi.” Rasulullah jug mengatakan bahwa Arsy Allah ada diatas air. ( HR. Muslim )

Ayat 36. Peringatan Rasulullah untuk Abu Jahal.
Ayat ini turun berkenaan ketika Abu Jahal melihat Rasulullah  sedang lewat, kemudian dia berkata keapda abu Sufyan, “ Diakah rasul untuk Bani Abdul Manaf ?” Abu Sufyanpun tersinggung jika orang itu ( Muhammad )menjadi rasul bagi Bani Abdu Manaf. Mendengar ejeken itu, lantas Rasulullah mengatakan, 
“ aku tidak melihat kalian berhenti menggangguku niscaya akan datang  siksaaan allah sebelum waktu yang dijanjikan ( sebelum kiamat ).” Lalu turunlah ayat ini.

Ayat 52. Syirik Menjauhkan Hamba Allah dari syurga.
Rasulullah saw bersabda, “ Siapa yang menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dsan menjauhi dosa – dosa besar, dia akan masuk syurga.” Beliau ditanya, Apakah dosa – dosa besar yaang dimaksud ?. beliau menjawab “ Berlaku Syirik kepada Allah.membunuh jiwa Muslim dan lari dari pertempuran.” ( HR. An Nasa’i )

Ayat 66. Amalan yang disertai Syirik Tidak Akan Diterima.
“ Dia ( Ibrahim ) berkata, “ mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun, tidak ( pula ) mendatangkan mudarat kepadamu.”
Rasulullah saw bersabda,” ketika sseluruh manusia yang terdahulu ataupun yang kemudian dikumpulkan umtuk satu hari yang tiada keraguan didalamnya, ada penyeru yang berseru,” Siapa yang menyekutukan dalam suatu amalan yang mestinya dikerjakan karena allah lalu dia meminta pahala di sisi –Nya. Sesungguhnya Allah adalah yang paling tidak membutuhkan disekutukan.” ( HR. At Tarmizi )

Ayat 73. Keutuhan Shalat dan Zakat.
“ Dan kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami, dan kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan , melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan hanya kepada kami mereka menyembah.” ( ayat 73 )
Rasulullah saw bersabda, “ Allah tidak akan menerima shalat seseorang yang tidak menunaikat zakat sampai dia mengumpulkan keduanya. Karena Allah swt telah mengumpulkan keduanya, janganlah kalian memisahkannya.” ( HR. Abu Nuaim )

Ayat 74 – 77. Hikmah dan Ilmu Para Nabi.
Rasulullah saw bersabda,”Ketika Sulaiman bin Daud as. Selesai membangun baitul Maqdis, dia meminta kepada Allah tiga hal, yaitu hukum yang sesuai dengan hukumnya, kerajaan yang tidak dimiliki orang – orang setelahnya, dasn tidak ada seorangpun yang mendatangi masjid ini kecualli untuk shalat, melainkan akan kelaur semua dosanya sebagaimana bayi yang dilahirkan ibunya.” Lalu Nabi Saw bersabda,” Dua perkara pertama telah dikabulkan, dan aku berharap yang ketiga juga telah diberikan ( HR. Ibnu Majah ).

Ayat 85. Sabar Merupakan Satu Bagian dari Keimanan.
“ Dan ( Ingatlah kisah ) Ismail, Idris dan Zulkifli, mereka semua termasuk orang – orang yang ssabar.” ( Ayat 85 )
Anas ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,” Iman itu ada dua bagian, satu bagian ada dalam sikap sabar, dan satu bagian lainnya ada dalam sikap syukur. ( HR. Al – Baihaqi )

Ayat 83 – 88. Rahmat Untuk Para Nabi
Rasulullah saw beersabda,” Ketika Nabi Ayub As sedang mandi dalam keadaan kelanjang, tiba – tiba jatuh kaki belalang yang terbuat dari emas, Ayub kemudian mengambil dengan tanganya dan memasukannya kedalam pakaiannya, maka Rabbnya memanggil dia, “ Wahai ayub bukankah aku telah mencukupkan kamu dengan apa yang baru saja kamu lihat ?”. Ayu menjawab, “ Benar,wahai Rabbku, namun aku tidak akan pernah merasa cukup dari berkahmu.” ( HR. Bukhari. )

Ayat 101. Ketetapan Allah
“ Sungguh sejak dahulu bagi orang – orang yang telah ada ( ketetapan ) yang baik dari kami, mereka itu akan dijauhkan ( dari Neraka ).
Diriwayatkan oleh Hakim dari Ibnu Abbas, Dia berkata, “ Ketika turun ayat 98,’ kalian dan yang kalian sembah umpan bagi neraka Jahanam, kalian pasti masuk kedalamnya.’
Ibnu Jab’ari mengatakan bahwa semua orang yang pernah menyembah matahari, bulan, malaiakat dan zubair ( yang kemudian masuk islam ) adalah sama. Mereka akan berada di neraka bersama tuhan – tuhan kami”

Ayat 107. Balasan Bagi Seorang Penyayang.
“ Dan kami tidak mengutus engkau ( Muhammad ) melainkan untuk ( menjadi ) Rahmat bagi seluruh alam.”
Rasulullah saw bersabda,” Demi jiwaku yang ada dalam genggaman – Nya,tidak masuk syurga kecuali orang yang penyayang,” para ssahabat menyeru, “ Wahai Rasulullah, kita semua saling menyayangi,” beliau berkata, “ tidak. Kalian belum dikatakan penyayang ssampai kalian menyayangi seluruh manusia.” ( HR.  Haisami )

LihatTutupKomentar