Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kepemimpinan : Pengertian, Tipe, Teori, dan Gaya Kepemimpinan

Kepemimpinan : Pengertian, Tipe, Teori, dan Gaya Kepemimpinan
Kepemimpinan -Pada Kehidupan sehari - hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan s/d pemerintah kerap kita dengar panggilan pemimpin, kepemimpinan dan kekuasaan. Ke-3 kata itu benar-benar mempunyai jalinan yang terkait satu dengan yang lain.

Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan sebuah sektor penelitian dan satu ketrampilan ringkas yang meliputi kekuatan seorang atau satu organisasi untuk "pimpin" atau menuntun seseorang, team, atau semua organisasi.

Mendefinisikan kepemimpinan selaku satu proses dampak sosial yang seorang bisa menyertakan kontribusi dan suport selainnya dalam usaha capai satu pekerjaan bersama.

Pengertian Kepemimpinan Menurut Beberapa Ahli

Menurut John Piffner

Kepemimpinan ialah seni dalam mengkoordinasikan dan arahkan pribadi atau barisan untuk capai satu tujuan yang diinginkan.

Menurut Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24

Kepemimpinan ialah dampak antar individu, pada kondisi spesifik dan langsung lewat proses komunikasi untuk capai satu atau beberapa tujuan spesifik

Menurut Jacobs dan Jacques, 1990, 281

Kepemimpinan ialah satu proses yang memberikan makna (penuh makna Kepemimpinan) pada kerja sama dan dibuat dengan tekad untuk pimpin dalam capai tujuan

Menurut Slamet, 2002: 29

Kepemimpinan adalah satu kekuatan, proses, atau fungsi biasanya untuk memengaruhi beberapa orang supaya melakukan perbuatan suatu hal dalam rencana capai tujuan spesifik.

Menurut Shared Goal, Hemhiel dan Coons, 1957, 7

Kepemimpinan ialah sikap individu, yang pimpin penerapan rutinitas untuk capai tujuan yang diharapkan.

Menurut Thoha, 1983:123

Kepemimpinan adalah rutinitas untuk memengaruhi sikap seseorang agar mereka ingin ditujukan untuk capai tujuan spesifik.

Menurut Robbins (2002:163)

Kepemimpian ialah kekuatan untuk memengaruhi satu barisan untuk capai tujuan.

Menurut Ngalim Purwanto (1991:26)

Kepemimpinan ialah beberapa kumpulan dari rangkaian kekuatan dan karakter-sifat personalitas, terhitung di dalamnya kewibawaan untuk jadi selaku fasilitas dalam rencana memberikan keyakinan yang dipegangnya supaya mereka ingin dan bisa melakukan pekerjaan-tugas yang ditanggung padanya dengan ikhlas, penuh semangat, ada keceriaan batin, dan berasa tidak mau tak mau.

Jadi pengertian Kepemimpinan ialah kekuatan untuk memengaruhi sikap seorang atau sekumpulan orang untuk meneapai tujuan spesifik pada keadaan spesifik.

Type -Tipe Kepemimpinan

Type Otokratik

Seluruh ilmuwan beusaha pahami sisi kepemimpinan otokratik,menjelaskan jika pemimpin yang termasuk otokratik dilihat selaku watakitik yang negatif. Disaksikan dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik ialah seorang yang paling egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menunjukkan "keakuannya", diantaranya berbentuk :

Kecondongan perlakukan beberapa bawahannya sama dengan beberapa alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan begitu kurang menghargakan harkat dan martabat mereka.

Pengkhususan tujuan pada penerapan dan penuntasan pekerjaan tiada mengaitkan penerapan pekerjaan itu dengan kebutuhan dan keperluan beberapa bawahannya.

Pengabaian fungsi beberapa bawahan dalam proses ambil keputusan.

Style kepemimpinan yang dipakai pemimpin yang otokratik diantaranya:

Tuntut ketaatan penuh dari beberapa bawahannya.

Dalam menegakkan disiplin memperlihatkan keakuannya.

Bersuara keras dalam pemberian perintah atau perintah.

Memakai pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyelewengan oleh bawahan.

Type Paternalistik

Type kepemimpinan seperti ini biasanya ada di masyarakat agraris. Salah satunya ciri-ciri khusus masuarakat tradisionil adalah rasa hormat yang tinggi yang diperuntukkan oleh beberapa anggiota warga ke orangtua atau seorang yang dituakan. Pemimpin semacam ini kebapakan, selaku tauladan atau anutan warga. Umumnya tiokoh-toko tradisi, beberapa ulama dan guru. Pemimpin ini benar-benar meningkatkan sikap kebersama-samaan.

Type Karismatik

Sedikit hal yang bisa dibaca dari literatur yang ada mengenai persyaratan kepemimpinan yang karismatik. Benar ada karakternya yang unik yakni daya magnetnya yang paling menarik hingga sanggup mendapatkan penganut yang banyaknya terkadang besar sekali. Tegasnya seorang pemimpin yang karismatik ialah seorang yang dikagumi oleh beberapa penganut walau beberapa penganut itu tidak selamanya bisa menerangkan secara nyata kenapa orang itu dikagumi.

Type Laissez Faire

Pemimpin ini berpandangan jika biasanya organisasi akan berjalan mulus sendirinya sebab beberapa anggota organisasi terbagi dalam beberapa orang yang telah dewasa yang mengenali apa sebagai tujuan organisasi, target-sasaran apa yang pengin diraih, pekerjaan apa yang perlu dikerjakan oleh semasing anggota dan pemimpin tidak sering interferensi.

Type Militeristis

Penting diingat lebih dulu jika yang diartikan dengan seorang pemimpin type militeristis berbeda dengan pimpinan-pemimpin dalam organisasi militer. Berarti tidak seluruhnya pemimpin dalam militer ialah bertipe militeristis. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis memiliki karakter-sifat seperti berikut :

Dalam gerakkan bawahan untuk yang sudah diputuskan, perintah capai tujuan dipakai selaku alat khusus.

Dalam gerakkan bawahan benar-benar senang memakai pangkat dan kedudukannya.

Sonang ke normalitas yang terlalu berlebih

Tidak ingin terima kritikan dari bawahan

Menyukai upacara-upacara untuk bermacam kondisi.

Seorang pemimpin bisa berprestasi tinggi untuk dirinya, tapi itu tidak mencukupi jika dia gagal tumbuhkan dan meningkatkan semua yang terhebat pada diri beberapa bawahannya. Dari banyak sekali pengertian berkenaan pemimpin, bisa penulis simpulkan jika : Pemimpin ialah orang yang mendapatkan amanah dan mempunyai karakter, sikap, dan style yang bagus untuk mengurusi atau mengendalikan seseorang.

Kepemimpinan ialah kekuatan seorang memengaruhi dan berikan motivasi seseorang untuk lakukan suatu hal sama tujuan bersama. Kepemimpinan mencakup proses memengaruhi dalam tentukan tujuan organisasi, berikan motivasi sikap penganut untuk capai tujuan, memengaruhi untuk membenahi barisan dan budayanya.

Sedang kekuasaan ialah kekuatan untuk memengaruhi seseorang untuk ingin lakukan pap yang diharapkan faksi yang lain."The art of influencing and directing meaninsuch away to abatain their willing obedience, confidence, respect, and setia cooperation in order to accomplish the mission". 

Kekuasaan ialah kekuatan untuk memengaruhi seseorang untuk ingin lakukan apa yang diharapkan faksi yang lain. Ke-3 kata yakni pemimpin, kepemimpinan dan kekuasaan yang diterangkan awalnya itu mempunyai ketergantungan yang tidak bisa dipisah. Sebab menjadi pemimpin tidak cuma berdasar senang keduanya, tapi banyak factor.

Pemimpin yang sukses sebaiknya mempunyai beberapa persyaratan yang bergantung pada pemikiran atau pendekatan yang dipakai, apa itu pribadinya, ketrampilan, talenta, karakter – karakternya, atau wewenangnya yang dipunyai mana yang nanti benar-benar punya pengaruh pada teori atau style kepemimpinan yang akan diaplikasikan.

Fungsi pemimpin pada suatu organisasi tidak bisa dibantah adalah suatu hal fungsi yang penting untuk kehadiran dan perkembangan organisasi yang berkaitan. Pada intinya fungsi kepemimpinan mempunyai 2 faktor yakni :

Fungsi administrasi, yaitu melangsungkan formula kebijaksanakan administrasi dan sediakan sarananya.

Fungsi selaku Hebat Mnajemen, yaitu melangsungkan rencana, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dll.

Teori Kepeminpinan

Pahami teori-teori kepemimpinan besar sekali berarti untuk membahas seberapa jauh kepemimpinan pada suatu organisasi sudah bisa dikerjakan secara efisien dan mendukung ke produktifitas organisasi keseluruhannya. Dalam karya tulisan ini akan diulas mengenai teori dan style kepemimpinan.

Seorang pemimpin harus pahami mengenai teori kepemimpinan supaya memiliki rujukan dalam jalankan satu organisasi. Beberapa teori mengenai kepemimpinan diantaranya :

Teori Kepemimpinan Karakter ( Trait Theory)

Riset ilmiah mengenai kepemimpinan pergi dari pemfokusan perhatian pemimpin tersebut. Teori karakter ini  pertama kali berkembang di Yunani Kuno dan Romawi yang berasumsi jika pemimpin itu dilahirkan, bukan dibuat yang selanjutnya teori ini dikenali dengan "The Greatma Theory".

Dalam perkembanganya, teori ini mendapatkan dampak dari saluran sikap pemikir psikologi yang berpandangan jika karakter – karakter kepemimpinan tidak semuanya dilahirkan namun dapat diraih lewat pengalaman serta pendidikan. Karakter – karakter itu diantaranya : karakter fisik, psikis, dan personalitas. pengaruh kepemimpinan pada perkembangan organisasi diantaranya :

Kepandaian

Berdasar hasil riset, pemimpin yang memiliki kepandaian yang tinggi di atas kepandaian rata – rata dari penganutnya akan memiliki peluang sukses yang semakin tinggi juga. Sebab pemimpin biasanya mempunyai tingkat kepandaian yang semakin tinggi dibanding dengan penganutnya.

Kedewasaan dan Keluasaan Jalinan Sosial

Biasanya dalam lakukan hubungan sosial dengan lingkungan intern atau external, seorang pemimpin yang sukses memiliki emosi yang masak dan konstan. Ini membuat pemimpin tidak gampang cemas dan labil dalam menjaga pendirian yang dipercaya kebenarannya.

Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi

Seorang pemimpin yang sukses biasanya mempunyai motivasi diri yang tinggi dan dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini selanjutnya tercermin pada performa yang maksimal, efisien dan efektif.

Sikap Jalinan Kemanusiaan

Ada pernyataan pada harga diri dan kehormatan hingga beberapa penganutnya sanggup memihak padanya.

Teori Kepemimpinan Sikap dan Keadaan

Berdasar riset, sikap seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini mempunyai kecendrungan mengarah 2 hal.

Konsiderasi yakni kecendrungan seorang pemimpin yang memvisualisasikan jalinan dekat dengan bawahan. Contoh tanda-tanda yang ada dalam masalah ini misalnya : bela bawahan, memberikan saran ke bawahan dan siap konsultasi dengan bawahan.

Susunan Inisiasi yakni Kecendrungan seorang pemimpin yang memberi batas ke bawahan. Contoh yang bisa disaksikan , bawahan mendapatkan perintah dalam penerapan pekerjaan, kapan, bagaimana pekerjaan dikerjakan, dan hasil yang akan diraih.

Teori Kewibawaan Pemimpin

Kewibawaan adalah aspek khusus di kehidupan kepemimpinan, karena dengan factor itu seorang pemimpin segera dapat memengaruhi sikap seseorang baik secara perseorangan atau barisan hingga orang itu siap untuk lakukan apa yang diinginkan oleh pemimpin.

Teori Kepemimpinan Keadaan

Seorang pemimpin harus adalah seorang pendiagnosa yang bagus dan harus memiliki sifat fleksibel, sesuai perubahan dan tingkat kedewasaan bawahan.

Teori Barisan

Supaya tujuan barisan (organisasi) bisa terwujud, harus ada transisi yang positif di antara pemimpin dengan penganutnya.

Dari ada bermacam teori kepemimpinan di atas, bisa dijumpai jika teori kepemimpinan spesifik akan memengaruhi style kepemimpinan (Leadership Style), yaitu pemimpin yang jalankan fungsi kepimpinannya dengan seluruh filsafat, ketrampilan dan sikapnya. Style kepemimpinan ialah langkah seorang pemimpan berlaku, berbicara, dan berhubungan sama orang lain dalam memengaruhi orang untuk lakukan suatu hal.sebuah hal.

Gaya Kepemimpinan

Otokratis

Kepemimpinan semacam ini memakai sistem pendekatan kekuasaan dalam capai keputusan dan peningkatan susunannya. Kekuasaan benar-benar menguasai dipakai. Memfokuskan kekuasaan dan ambil keputusan untuk dirinya, dan membenahi keadaan kerja yang susah untuk karyawan hingga ingin lakukan apa yang diperintah.

Kepemimpinan ini biasanya negatif, yang berdasar atas teror dan hukuman. Meski begitu, ada pula beberapa faedahnya antaranya memungkinkannya ambil keputusan secara cepat dan memungkinkannya pemberdayaan karyawan yang kurang kapabel.

Partisipasif

Keputusan yang diambil tidak memiliki sifat sepihak jika desentralisasi kekuasaan semakin banya

Demokrasi

Diikuti ada satu susunan yang pengembangannya memakai pendekatan ambil keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan pemimpin yang demokrasis condong berakhlak tinggi bisa bekerja bersama, memprioritaskan kualitas kerja dan bisa arahkan diri kita.

Kendalian Bebas

Pemimpin memberi kekuasaan penuh pada bawahan, susunan organisasi memiliki sifat kendur dan pemimpin memiliki sifat pasif. Yakni Pemimpin menghindar kuasa dan tanggung – jawab, selanjutnya menggantungkannya ke barisan bagus di dalam memutuskan tujuan dan mengatasi permasalahannya sendiri.

Banyak studi yang telah dikerjakan untuk menyaksikan gaya kepemimpinan seorang. Diantaranya yang populer ialah yang disampaikan oleh Blanchard, yang menyampaikan 4 gaya dari satu kepemimpinan. Style kepemimpinan ini dikuasai oleh bagaimanakah cara seorang pemimpin memberi perintah, dan bagian lain ialah langkah mereka menolong bawahannya. Ke-4Gaya itu ialah.

Directing

Gaya pas jika kita hadapi dengan pekerjaan yang susah dan staff kita belum mempunyai pengalaman dan motivasi untuk kerjakan pekerjaan itu. Atau jika anda ada di bawah desakan waktu penuntasan. Kita menerangkan apa yang penting dan apa yang perlu ditangani. Pada kondisi begitu, umumnya berlangsung over-communicating (keterangan terlalu berlebih yang bisa memunculkan ketidaktahuan dan pembuangan waktu). Dalam proses ambil keputusan, pemimpin memberi ketentuan –aturan dan proses yang detail ke bawahan. Penerapan di atas lapangan harus sesuaikan dengan detail yang telah ditangani.

Coaching

Pemimpin bukan hanya memberi detail proses dan ketentuan ke bawahan dan juga menerangkan kenapa satu keputusan itu diambil, memberikan dukungan proses perubahannya, dan terima barbagai saran dari bawahan. Style yang pas jika staff kita sudah lebih terpacu dan eksper dalam hadapi satu pekerjaan. Di sini kita perlu memberi peluang ke mereka untuk pahami mengenai pekerjaannya, dengan menyempatkan diri membuat jalinan dan komunikasi yang bagus sama mereka.

Supporting

Satu style di mana pemimpin memfasiliasi dan menolong usaha bawahannya dalam lakukan pekerjaan. Dalam masalah ini, pemimpin tidak memberi instruksi selengkapnya, tapi tanggung jawab dan proses ambil keputusan dipisah bersama-sama dengan bawahan.
Gaya ini akan sukses jika pegawai sudah mengenali tehnik – tehnik yang dituntut dan sudah meningkatkan jalinan yang lebih dekat sama anda.
Delegating

Satu Gaya di mana seorang pemimpin mewakilkan semua kuasa dan tanggung jawabannya ke bawahan. Style Delegating akan berjalan dengan baik jika staff kita seutuhnya sudah memahami dan efektif dalm pekerjaan, hingga kita bisa melepaskan mereka melakukan pekerjaan atau pekerjaan itu atas kekuatan dan idenya sendiri.

Ke-4 Gaya ini sudah pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, dan benar-benar bergantung dari lingkungan di mana seorang pemimpin ada, dan persiapan dari bawahannya. Karena itu selanjutnya muncul apa yang dikatakan sebagai "situational leadership". Situational leadership memberikan indikasi bagaimana seorang pemimpin harus sesuaikan kondisi dari orang – orang yang dipegangnya.

Ditengah-tengah – tengah dinamika organisasi (yang diantaranya ditandai oleh ada sikap staff / pribadi yang lain – beda), karena itu untuk capai efektifitas organisasi, implementasi ke-4 style kepemimpinan di atas perlu disamakan dengan tuntutan kondisi. Berikut yang diartikan dengan keadaanonal lesdership,seperti sudah disentil di atas. Yang penting diingat ialah jika agar bisa meningkatkan style kepemimpinan keadaanonal ini, seorang perlu mempunyai tiga kekuatan spesial yaitu :

Kekuatan analitis (analytical skills) yaitu kekuatan untuk memandang tingkat pengalaman dan motivasi bawahan dalam melakukan pekerjaan.

Kekuatan untuk fleksibel  yakni kekuatan untuk mengaplikasikan style kepemimpinan yang terbaik berdasar analisis pada keadaan.

Kekuatan berbicara (communication skills) yaitu kekuatan untuk menerangkan ke bawahan mengenai perombakan style kepemimpinan yang kita aplikasikan.

Post a Comment for "Kepemimpinan : Pengertian, Tipe, Teori, dan Gaya Kepemimpinan"