Penyebab Kanker Lambung - Adm Publik
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penyebab Kanker Lambung

Penyebab Kanker Lambung
HEALTH - Helicobacter pylori atau HP merupakan salah satu bakteri yang sudah lama ditemukan tapi baru beberapa tahun belakangan ini mulai diperhatikan. Konon bakteri ini menyebabkan penyakit kanker lambung. Cara penularannya melalui pernapasan. Antisipasi dini perlu dilakukan untuk menghindari kanker lambung.

 Virus HP Penyebab kanker Lambung

Penyakit pencernaan disebabkan oleh beberapa hal. Bisa dari makanan, emosi dan bakteri. Bakteri tersebut masuk ke dalam alat pencernaan manusia bisa melalui makanan dan pernafasan. Seperti penyakit pencernaan lainnya, penyakit kanker lambung (carcinoma of stomach) ada dua sebab yang paling banyak dijumpai. Pertama karena kurangnya asam lambung dalam lambung. Kedua, yaitu adanya semacam bakteri helicobacter pylori (HP).

Bakteri ini sudah lama ditemukan tapi baru beberapa tahun belakangan mulai diperhatikan dan diteliti mengenai hubungannya dengan kanker lambung. Melalui pernapasan virus ini bisa menulari manusia lain yang sehat. 

Gejala dan indikasi meliputi: Nyeri perut, berat badan terus menurun secara drastis, gejala pembuntuan (tidak bisa makan, buang air besar sulit), pendarahan lambung yang berat dan juga anemia yang disebabkan kekurangan zat besi (iron deficiency anemia).

Dr. William Adi Teja dari Utomo Chinese Medical Center , Pinangsia, Jakarta Pusat, mengemukakan, dua hal tersebut yang menjadi penyebab kanker lambung yang sekarang banyak dijumpai di masyarakat. Namun demikian, itu bukan patokan. Untuk mengetahui dengan tepat mengapa kanker lambung bisa menyerang lambung manusia, sampai saat ini belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Selain masalah makanan dan bakteri, kanker lambung dapat terjadi akibat keturunan dan operasi. 

Kanker ganas di lambung meliputi: adenocarcinoma, lymphoma, metastatic carcinoma, carcinoid dan leiomyosarcoma. Diagnosa harus melalui endoscopy dan biopsy dan dilakukan diagnosa banding dengan tukak lambung yang jinak atau polyp. “Penyakit kanker lambung bisa juga disebabkan akibat pasien pernah dioperasi di bagian perut. Saat operasi ada syaraf yang kena, itu bisa saja sebagai pemicu kanker lambung,” ujar Dr. William.

Banyak artikel di media massa yang menulis makanan yang langsung terkena bara arang (barbeque) atau makanan terlalu panas akan menyebabkan kanker. Begitu juga minum teh hijau yang diyakini oleh orang Jepang bisa mencegah terjadinya kanker lambung. Menurut Dr. William Adi Teja, tulisan tersebut tidak seluruhnya benar. Sebab bagi Dr. William Adi Teja, makanan sehat tidak semata-mata makanan tersebut harus hijau seperti sayuran-sayuran dan buah-buahan yang banyak serat.

“Belum ada penelitian yang tepat mengenai hal tersebut. Apalagi sampai ada yang mengatakan makanan banyak serat dan kuah bisa mengurangi kemungkinan penyakit kanker lambung, ” paparnya. Justru sebaliknya. Selama dirinya membuka praktek, pasien yang datang dengan keluhan lambung atau usus justru mereka punya pola makan sudah sangat hati-hati. 

Boleh dibilang, hampir 90 persen mereka tidak makan daging. Kalau pun mengkonsumsi daging, porsinya sangat sedikit sekali. Ini menjadi tanda tanya besar baginya, akibat mengkonsumsi ‘makanan sehat’ malah timbul masalah dalam lambung. “Lambung tidak boleh masuk hanya oleh satu jenis makanan saja. Dia harus masuk bermacam-macam bahan makanan supaya keseimbangan dalam lambung ini selalu terjaga,” paparnya.

Lebih jauh Dr. William Adi Teja menegaskan, mungkin saja pendapat dia akan ditolak oleh banyak orang. Selama ini dalam benak banyak orang, tidak mungkin makanan sehat bisa mengakibatkan hal demikian. 

Tapi berdasarkan beberapa orang yang pernah menjadi pasiennya, dimana makanan yang dikonsumsi sudah dihitung secara cermat mulai dari jumlah kalori dan proteinnya. Namun tetap saja lambung atau alat pencernaannya kurang berfungsi dengan baik.

Satu contoh lainnya, salah seorang pasiennya yang menderita penyakit maag yang pernah datang ke kliniknya disarankan untuk tidak boleh mengkonsumsi makanan berupa daging-dagingan dan buah durian. Anehnya, pasiennya justru mengatakan sebaliknya. 

Akibat makan durian, lambungnya tidak kambuh. “Ada juga pasien saya dengan keluhan kolesterol tinggi. Pola makanannya sudah hampir 100 persen tidak makan daging. Tapi kok kolesterolnya tetap tinggi. Ini kan aneh?” Tanya Dr. William Adi Teja heran. Sayangnya dalam buku-buku ilmu kedokteran jarang sekali yang mengakui hal tersebut. 

Dr. William Adi Teja bisa memakluminya, sebab mereka sudah terfokus pada suatu kelaziman. Sedangkan yang tidak lazim, jarang sekali mereka mengakuinya.

“Bagi saya makanan sehat tidak harus hijau atau banyak serat. Tapi hanya satu, makananan yang dikonsumsi harus seimbang,” ucapnya. Seimbang, jelasnya, tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan tersebut. Makanan dikonsumsi sesuai kebutuhannya. Seperti bila seseorang merasa haus, ia musti minum karena ia membutuhkan air. Makanan juga demikian. 

Kalau kita ingin makan berarti dalam tubuh kita kurang sesuatu yang ada dalam makanan tersebut. “Prinsipnya sangat sederhana. Makan jangan terlalu kenyang. Sebaiknya makanan dikunyah lebih lama agar makanan yang masuk ke dalam lambung menjadi lembut dan kerja liver dan lambung tidak terlalu berat,” sarannya.

Usia 40 tahun Berpotensi Kanker Lambung

Kanker lambung bisa dialami oleh siapa saja. Umumnya mereka yang berusia di atas 40 tahun. Sebab proses suatu penyakit seperti kanker lambung membutuhkan waktu yang sangat lama. Tidak cepat tapi membutuhkan waktu sekitar 10-20 tahun.

Misalkan seorang pasien teridentifikasi memiliki bakteri HP atau asam lambungnya hilang dari lambung. Gejala dari pertama kali ditemukan sampai menjadi kanker membutuhkan waktu.

Diagnosa dini dari kanker lambung harus sesuai dengan pasien yang mempunyai resiko tinggi: Usia 40-50 tahun dengan gejala baru, ada riwayat operasi lambung, anemia berat, diare lemak (steatorrhea), kekurangan daya tahan tubuh (seperti HIV / AIDS), polyp lambung. 

Diagnosa harus dilakukan endoscopy “Prosesnya sangat panjang. Ia menjadi sel kanker butuh proses. Seperti yang saya katakan, penyakit kanker apapun jenisnya, jika berat badan menurun secara drastis maka orang tersebut itu harus diperiksa dengan segera,” pinta Dr. William Adi Teja.

Adapun cara untuk mengantispasi secara dini agar tidak terjangkiti kanker lambung, kuncinya adalah makan tidak boleh terlalu kenyang tapi seperlunya saat lapar. Dalam ilmu kedokteran Cina ada istilah makan setengah kenyang atau 1/3 kenyang. Artinya, saat hendak makan jangan sampai bernafsu sekali ingin menghabiskan makanan. 

Kalau bisa saat ada perasaan ingin menambah, saat tersebutlah waktu yang tepat untuk berhenti makan. Sebab kalau terlalu kenyang, kerja lambung menjadi berat. “Saya menyadari hal itu sangat susah dilakukan. Tapi ini tantangan kita sebagai manusia untuk bisa menahan diri,” ujar Dr. William.

Puasa menurut Dr. William, sangat bagus untuk menghindari diri dari kanker lambung. Sebab dengan puasa, otomatis lambung istirahat. Sedikit demi sedikit lambung bisa mengeluarkan asam lambung untuk membunuh bakteri-bakteri yang ada. “Sebenarnya puasa merupakan suatu teknik pengobatan dan itu baik bagi lambung,” terang Dr. William Adi Teja. (fer)