Manajemen Komunikasi : Pengertian, Fungsi, Tujuan Serta Komponennya - Administrasi Publik
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Manajemen Komunikasi : Pengertian, Fungsi, Tujuan Serta Komponennya

Manajemen Komunikasi : Pengertian, Fungsi, Tujuan Serta Komponennya

Komunikasi - Apakah itu manajemen komunikasi dalam organisasi bisnis atau  usaha ? Manajemen komunikasi adalah rencana struktural, penerapan, pengawasan, dan koreksi semua aliran komunikasi pada suatu organisasi, atau antar organisasi.

Manajemen komunikasi meliputi instruksi organisasi dan penebaran instruksi komunikasi baru yang tersambung dengan organisasi, jaringan, atau tehnologi komunikasi.

Faktor dalam manajemen komunikasi diantaranya meningkatkan taktik komunikasi perusahaan, membuat instruksi komunikasi intern dan external, dan mengurus arus info, termasuk komunikasi online.

Sering kita menemui perusahaan atau organisasi yang lebih mengutamakan pentingnya manajemen komunikasi yang bagus. Organisasi mempunyai manajemen komunikasi yang pas adalah hal yang empiris.

Sesudah ini terwujud, organisasi beberapa langkah lebih dekat untuk capai arah usahanya keseluruhannya.

Menjadi manager yang bagus, seorang harus mempunyai pendekatan timsi saat berbicara dengan pegawai.

Manajemen komunikasi yang efisien dipandang seperti lajur penyelamat untuk banyak project yang dilaksanakan organisasi dan departemen organisasi mana saja

Pengertian Manajemen Komunikasi Menurut Beberapa Pakar

Sesudah membaca sisi paragraf pertama dari tulisan ini kemungkinan Anda mulai sedikit pahami apa pokok dari manajemen komunikasi. Karena itu, silahkan kita saksikan lebih jauh beberapa opini pakar, baca lagi.

Michael Kaye (1994):

Menurut pendapat Michael Kaye, pengertian manajemen komunikasi ialah bagaimana beberapa orang mengurus proses komunikasi mereka sama orang lain dalam bermacam kerangka komunikasi. 

Misalkan pada kondisi komunikasi interpersonal, komunikasi barisan, dan komunikasi massa.

Parag Diwan (1999)

Menurut pendapat Parag Diwan, pengertian manajemen komunikasi ialah proses pemakaian bermacam sumber daya komunikasi secara terintegrasi lewat proses rencana, koordinasi, penerapan, dan pengaturan beberapa unsur komunikasi untuk capai arah yang sudah diputuskan.

Liebler dan Barker

Menurut pendapat Lebler dan Barker, pengertian manajemen komunikasi ialah proses yang struktural di antara anggota organisasi dalam jalankan beberapa fungsi manajemen untuk menyelesaian pekerjaan lewat proses perundingan pemahaman/ pengetahuan di antara satu pribadi atau lebih yang mempunyai tujuan capai arah bersama.

Parag Diwan (1999)

Menurut pendapat Parag Diwan (1999), pengertian Manajemen komunikasi ialah proses pemakaian bermacam sumber daya komunikasi secara terintegrasi lewat proses rencana, koordinasi, penerapan, dan pengaturan beberapa unsur komunikasi untuk capai arah yang sudah diputuskan.

Antar Venus

Menurut pendapat Antar Venus, Pengertian Manajemen komunikasi ialah proses pengendalian sumber daya komunikasi yang diperuntukkan untuk tingkatkan kualitas dan efektifitas transisi pesan yang terjadi dalam bermacam kerangka komunikasi. 

Kerangka komunikasi yang diartikan di sini bermakna tataran komunikasi individu, interpersonal, organisasional, governmental, sosial, atau bahkan juga internasional.

Abidin (2015:132)

Menurut pendapat Abidin, Pengertian manajemen komunikasi ialah sebuah proses rencana, koordinasi, pengoordinasian dan pengaturan pengutaraan pesan dari 1 faksi pada pihak lain untuk capai target dengan efisien dan efektif supaya sama-sama memengaruhi.

Harry Irwin

Menurut pendapat Harry Irwin, pengertian Manajemen komunikasi ialah proses yang memakai manusia, keuangan dan sumber tehnik yang berperan membuat komunikasi antar perusahaan dan di antara perusahaan dengan khalayak.

Lima W Manajemen Komunikasi

Lima W dalam komunikasi penting dan penting diperhatikan supaya project atau peranan organisasi sukses lewat manajemen komunikasi yang efisien

Berikut lima W dari manajemen komunikasi:

  1. What information is essential for the proyek? (Info apa yang perlu untuk project itu ?)
  2. Who requires information and what tipe of information is needed? (Siapakah yang memerlukan info dan tipe info apa yang diperlukan ?)
  3. What is the duration of time ( waktu ) required for the information? Yaitu Berapa lama saat yang diperlukan untuk memperoleh info ?)
  4. What tipe or pola of information is required? (Tipe atau pola info apa yang diperlukan ?)
  5. Who are the individu/s who will be responsible for transmitting the collated information? (Siapa orang yang akan bertanggungjawab untuk mengirim info yang dihimpun ?)

Lima W dalam manajemen komunikasi hanya dasar. Karena itu, Anda perlu menimbang alasan lain, seperti ongkos dan akses info.

Proses Komunikasi

Tujuan utama manajemen komunikasi untuk pastikan kelancaran arus info dari di antara 2 orang atau satu barisan.

Proses komunikasi terdiri dari 3 seksi utama; pengirim menyampaikan pesan lewat aliran ke yang menerima. Seperti grafik di atas, pengirim lebih dulu meningkatkan gagasan, yang selanjutnya bisa diolah sebagai pesan.

Pesan ini dikirim ke yang menerima. Yang menerima harus menerjemahkan pesan untuk pahami artinya.

Dalam soal interpretasi, kerangka pesan harus dipakai untuk memperoleh artinya. Seterusnya, untuk mode proses komunikasi ini, Anda akan manfaatkan encoding dan decoding.

Encoding merujuk pada peningkatan pesan dan decoding merujuk pada menerjemahkan atau pahami pesan. Anda akan menyaksikan factor operan balik, yang mengikutsertakan pengirim dan yang menerima.

Umpan balik penting untuk tiap proses komunikasi supaya sukses. Operan balik memungkinkannya manager atau supervisor langsung untuk menganalisa berapa baik bawahan pahami info yang diberi dan untuk ketahui performa pekerjaan

Sistem Komunikasi

Pahami proses komunikasi saja tidak jamin keberhasilan untuk manager atau organisasi. Manager perlu ketahui sistem yang dipakai pada proses komunikasi.

Sistem komunikasi standard yang sering dipakai oleh manager dan organisasi di penjuru dunia ialah sistem tercatat atau lisan.

Lepas dari 2 proses ini, komunikasi non-verbal ialah sistem penting yang lain yang dipakai untuk memandang komunikasi dalam organisasi.

Komunikasi non-verbal merujuk pada pemakaian bahasa badan sebagai sistem komunikasi. Langkah ini akan meliputi gerak badan, perlakuan, performa fisik dan performa dan sikap muka.

Walau sejumlah besar sistem ini masih dipakai untuk sejumlah besar organisasi, pemakaian e-mail dan media elektronik yang lain sebagai sistem komunikasi sudah kurangi keperluan akan komunikasi bertemu muka.

Ini kadang mengarah pada keadaan di mana ke-2 faksi yang turut serta tidak yakin atau berasa nyaman keduanya dan pesan bisa dengan gampang disalahmengertikan.

Fungsi Manajemen Komunikasi Dalam Usaha

Proses komunikasi adalah sisi integral dari sikap organisasi untuk jalankan beberapa tugas sebagai tangung jawab pimpinan, staff pimpinan, dan karyawan. Sesuai arah komunikasi, karena itu pada suatu organisasi komunikasi memiliki beberapa fungsi.

Ada dua fungsi khusus manajemen komunikasi dalam usaha, yakni untuk alat menyamai pemahaman semua anggota dalam usaha dan untuk alat menggerakan seseorang dalam anggota sesuai info yang diberi.

Hingga seorang manager akan berperanan memerintah anggota team untuk bekerja sesuai perintah diinginkan dengan arah pada akhirnya untuk memperoleh keuntungan.

Menurut Maman Ukas jika peranan komunikasi adalah; peranan info, peranan instruksi akan perintah, peranan memengaruhi dan pendistribusian dan peranan integratif.

Koehler menyampaikan empat fungsi komunikasi organisasi, yakni fungsi info, fungsi regulatif, fungsi persuasif dan fungsi integrasi, [sumber] berikut penuturannya:

1.Fungsi Informasi.

Dari fungsi komunikasi itu, jika peranan info, dengan lewat komunikasi karena itu apa yang ingin dikatakan oleh pembicara atau pimpinan ke bawahannya bisa diberi berbentuk lisan atau tercatat.

Lewat lisan manager atau pimpinan dengan bawahan bisa berkomunikasi langsung dalam sampaikan ide dan gagasan.

Seorang administrator organisasi harus membuat keputusan berkenaan program yang perlu diatur dalam tingkatan tertentu berdasar informasi dari beberapa elemen organisasi yang semua bersumber pada keperluan info yang on time, betul dan mempunyai legalitas tinggi.

2.Fungsi Regulatif.

Fungsi ini ditujukan sebagai proses yang dilaksanakan manager yakni memantau peralihan perintah info pengangkutan pesan ke bawahan. Perintah itu dimengerti oleh bawahan sebagai ketentuan yang perlu ditangani.

Fungsi peraturan akan perintah tentu saja terkait dengan kekuasaan, di mana kekuasaan orang ialah hak untuk memberikan perintah ke bawahan di mana beberapa bawahan runduk dan patuh dan disiplin dalam jalankan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab.

Satu perintah akan berisi aba-aba untuk penerapan kerja yang perlu dimengerti dan dipahami dan yang digerakkan oleh bawahan. Dengan perintah terjadi jalinan bawahan dan atasan sebagai yang diberi pekerjaan.

3.Fungsi Persuasif

Dalam fungsi persuasif bermakna masukkan beberapa unsur yang memberikan keyakinan dari atasan baik memiliki sifat motivasi atau tuntunan, hingga bawahan berasa berkewajiban harus jalankan pekerjaan atau pekerjaan yang perlu dikerjakannya.

Dalam aktivitas memengaruhi, komunikator harus lentur untuk menyaksikan kondisi dan situasi di mana bawahan akan diberi pekerjaan dan tanggung jawab, hingga tidak berasa jika sesungguhnya apa yang dilaksanakan bawahannya itu adalah beban, dia akan rasakan pekerjaan dan tanggung jawab.

4.Fungsi Integrasi.

Pada fungsi integratif jika organisasi sebagai satu mekanisme harus berintegrasi pada sebuah keseluruhan kesatuan yang sama-sama terkait dan semua kepentingan keduanya tidak bisa dipisahkan.

Karena itu beberapa orang yang ada pada suatu organisasi atau barisan adalah satu kesatuan mekanisme, di mana seorang itu akan sama-sama terkait dan sama-sama memberi dampak ke keduanya dalam rencana terbentuknya satu proses komunikasi untuk capai arah bersama yang sudah diputuskan

Tak terbatas pada hal tersebut saja, pemahaman manajemen komunikasi bisa juga direalisasikan untuk jaga jalinan antar anggota perusahaan. 

Tanpa komunikasi yang bagus bisa mengakibatkan perselisihan intern yang dapat berbuntut pada kerja sama dengan yang tidak maksimal.

Berikut sejumlah fungsi lain manajemen komunikasi dalam bisnis atau  usaha:

1.Manajemen Komunikasi Sebagai Kendalian

Manager akan melakukan tindakan untuk mengatur sikap anggota lewat beberapa informasi seperti peraturan atau ketentuan anggota. Sama ini karena itu tiap gerak anggota harus didasari pada ketentuan yang telah diputuskan perusahaan untuk menghindar perselisihan.

2.Manajemen Komunikasi Sebagai Motivasi

Manager akan lakukan pembimbingan pada anggota hingga menjadi motivasi anggota untuk bekerja secara baik seperti standard perusahaan.

3.Manajemen Komunikasi Sebagai Wujud Pengungkapan Emosional

Satu usaha atau perusahaan yang mempunyai manajemen komunikasi yang bagus akan tercipta pengaturan antar team yang bagus juga.

Dengan demikian, komunikasi menjadi alat untuk mengungkapan emosional anggota. Hingga dapat meminimalkan persoalan yang terjadi karena perselisihan individu indvidu seperti kekecewaan pada upah yang didapat.

4.Manajemen Komunikasi Sebagai Alat Penyampaian Informasi

Sama seperti yang telah diterangkan pada pemahaman manajemen komunikasi di atas, jika arah komunikasi ialah untuk alat sampaikan info dan tentukan alternative sebagai cara ambil keputusan yang arif.

Tujuan Manajemen Komunikasi

Pada umumnya, tujuan manajemen komunikasi yakni sebagai fasilitas untuk berhubungan secara baik hingga dapat mengerti dan memahami langkah berbicara dengan faksi lain.

Disamping itu, tujuan manajemen komunikasi salah satunya yakni:

  • Meningkatkan hubungan yang profesional.
  • Membuat kemauan yang bagus (goodwill).
  • Sama-sama menghargakan (kualitasal appreciation).
  • Rasa toleransi (tolerance).
  • Sama-sama bekerja bersama (mutual understanding).
  • Mendapatkan pendapat yang memberikan keuntungan, bagus di dalam jalinan intern atau external.

Komponen dan Contoh Manajemen Komunikasi

Menurut pendapat George R. Terry, manajemen komunikasi dalam organisasi terbagi dalam 5 bagian utama, diantaranya :

1.Komunikasi Resmi atau Formal

Komunikasi di antara bawahan dan atasan yang memerlukan penataan khusus. Tipe komunikasi ini dipakai pada jalur komunikasi resmi, mempunyai kuasa dan tanggung jawab yakni lewat perintah-instruksi wujud lisan dan tulisan sesuai proses secara fungsional yang berjalan dari arus atasan ke bawahan atau kebalikannya.

Contoh: Ketentuan Perusahaan berkenaan jam kerja yang dikatakan dalam surat kontrak kerja.

2.Komunikasi Non-Formal

Komunikasi yang tidak memerlukan penataan khusus dan umumnya terjadi secara spontan. Tipe komunikasi ini biasanya terjadi secara spontan. Misalkan memberi saran berkaitan pekerjaan dan tanggungjawab dalam pekerjaan.

Contoh: Anggota organisasi mengungkapkan opini dan saran saat terima pekerjaan.

3.Komunikasi Informal

Komunikasi yang dilaksanakan untuk mengulas beberapa hal yang di luar pekerjaan. Tipe komunikasi ini lebih mengutamakan pada jalinan antar manusianya.

Contoh: 2 orang pegawai yang sama-sama bercerita mengenai kehidupan individu di luar pekerjaan.

4.Komunikasi Tehnis

Komunikasi yang mempunyai tujuan untuk sampaikan taktik tertentu.

Contoh: Seorang manager marketing menerangkan langkah tehnis dalam lakukan marketing lewat sosial media.

5.Komunikasi Prosedural

Komunikasi yang diaplikasikan untuk bikin satu laporan performa perusahaan.

Sedang menurut pendapat Onong U. Effendy, komunikasi dalam manajamen bisa digolongkan jadi tiga bagian, diantaranya:

1.Komunikasi Vertikal

Hampir serupa dengan komunikasi resmi, komunikasi ini ialah hubungan bolak-balik di antara bawahan dan atasan lewat satu norma komunikasi.

Arus komunikasi vertikal ini bolak-balik dalam melakukan beberapa fungsi manajemen, dapat di atas ke bawah (downward communication) atau dari bawah ke atas(upward communication).

2.Komunikasi Horizontal

Komunikasi antar pegawai atau antar pimpinan dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Dalam kata lain, komunikasi horizontal ialah arus komunikasi yang ada di satu tingkat dalam organisasi.

3.Komunikasi External

Komunikasi di antara perusahaan dengan organisasi atau perusahaan yang lain terikat di luar perusahaan.

Keterampilan Komunikasi Lisan

Sejumlah besar komunikasi lisan turut serta langsung dalam manajemen komunikasi. Misalkan, bila seorang manager tidak bicara atau menerangkan ke team pemasaran, ini bisa mengakibatkan ketidaksamaan dalam arah dan perolehan.

Ada dua faktor komunikasi lisan, dengarkan aktif dan operan balik bernilai.

1.Mendengarkan Aktif

Disini orang yang terima pesan memerhatikan info, menerjemahkan dan ingat.

Sama seperti yang akan Anda ketahui, dengarkan menolong Anda memerhatikan dan berikut beberapa point, yang memvisualisasikan dengarkan secara aktif.

  • Berkontak mata dengan faksi berkaitan
  • Yakinkan untuk mengonfirmasi pertanyaan bila tidak terang
  • Menghindar pemakaian pergerakan yang mengusik atau mungkin tidak nyaman

2.Umpan balik yang membangun

Disini beberapa manager kerap kali tidak berhasil. Operan balik perlu memiliki sifat bernilai dan akan menolong pegawai untuk membuat performa mereka, bukan sebatas kritikan.