Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Tips Mengelola Risiko Keuangan Keluarga

Manajeman || Di dunia ini, semua hal penuh ketidakpastian. Satu-satunya kepastian adalah ketidakpastian itu sendiri. Kita semua tidak tahu apa yang kan terjadi besok, lusa, minggu depan, bulan depan atau tahun depan. Apakah nasib baik atau nasib buruk yang akan kita dapatkan. Ya, ketidakpastian itu mengandung risiko. Dengan kata lain, kita semua menghadapi risiko.

Dalam hidup berumah tanggapun kita menghadapi ketidakpastian atau risiko ini. Ada risiko kehilangan pekerjaan, risiko kemtian, risiko sakit, risiko bisnis, risiko huru-hara, risiko bencana alam, resiko krisis ekonomi dan lain-lain. 

Nah, risiko ini tentu mengancam kelangsungan rumah tangga kita dan masa depan anak-anak kita.

Nah, apa yang harus kita lakukan menghadapi risiko ini? Bila sebuah perusahaan melakukan manajemen risiko untuk kelangsungan hidupnya, maka demikian juga bagi sebuah rumah tangga. 

Kita harus mengelola risiko ini. Pengelolaan keuangan sebuah keluarga harus juga termasuk pengeloaan risiko keluarga karena keduanya adalah seperti dua sisi mata uang.

 7 Tips Mengelola Risiko Keuangan Keluarga

7 Tips Mengelola Risiko Keuangan Keluarga
 7 Tips Mengelola Risiko Keuangan Keluarga


Beberapa hal yang harus Anda Pertimbangkan dalam pengelolaan risiko ini adalah sebagai berikut :

1. Buatlah Rencana dan Tataplah Masa Depan

Jika Anda gagal merencanakan maka sama dengan Anda merencanakan untuk gagal. Kata-kata sarat makna ini pasti sering kita dengar. Ya, perencanaan itu memang sesuatu hal yang sangat penting dalam hidup kita. 

Karena itulah kita juga sering menemukan ungkapan perencanaan adalah 50% keberhasilan. Kalau Anda tidak merencanakan hidup Anda itu berarti Anda tidak membuat jalan untuk keberhasilan dan kebahagiaan hidup Anda. 

Tidak memiliki perencanaan juga berarti bahwa Anda tidak memiliki misi dan visi hidup dan tidak ada tujuan hidup yang Anda perjuangkan.

Apa hubungannya dengan risiko? Ya, karena rencana dan risiko sama-sama berada di masa depan. Perencanaan harus mempertimbangkan risiko. 

Dalam perencanaan kita harus mempertimbangkan risiko-risiko apa yang kemungkinan akan terjadi di masa depan. Setelah itu kita bisa merencanakan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut.

2. Jangan Bertumpu Pada Satu Sumber Penghasilan

Kalau kita memiliki satu sumber penghasilan, jelas itu memiliki risiko tinggi terutama jika penghasilan kita bersumber dari pekerjaan. Ada kemungkinan perusahaan akan merugi dan akan memecat karyawannya.

Lihatlah kasus PT Dirgantara Indonesia atau bangkrutnya beberapa bank pada saat krisis ekonomi dulu.  Jika kejadian ini menimpa kita, bagaimana dengan pengeluaran rutin Anda? Sekolah anak-anak Anda. Belum lagi masalah psikologis yang akan menimpa Anda dan keluarga.

Nah, untuk menghindari risiko ini sebaiknya Anda harus memikirkan cara untuk mendapatkan sumber penghasilan lain betapapun kecilnya. Bisa dengan membuka usaha kecil-kecilan atau memanfaatkan pengetahuan dan keahlian Anda dengan menulis atau menjadi pengajar. Mungkin hasilnya tidak seberapa pada mulanya. Tapi bukankah perjalanan jauh dimulai dari langkah-langkah kecil?

3. Bijaksanalah Dengan Pengeluaran Anda

Ya, pengeluaran-pengeluaran yang tidak jelas akan membuat keuangan Anda tidak sehat. Sebaiknya rencanakan dan kelola keuangan Anda dengan bijaksana. Buatlah prioritas belanja sesuai kebutuhan yang paling penting dulu. Lupakanlah keinginan-keinginan yang tidak penting. Belilah barang sesuai kebutuhan keluarga Anda. Jangan membeli sesuatu karena genngsi atau malu dilihat orang.

4. Hati-hati Dengan Utang

Dengan Anda berutang, berarti Anda mengundang risiko. Kenapa? Karena apabila Anda gagal membayar utang, maka Anda bersiap-siap kehilangan harta Anda dan kredibilitas Anda. Jadi, hati-hatilah dengan utang.

Namun demikian, hal ini bukan berarti berhutang adalah hal haram. Utang bisa membantu kita mendapatkan modal usaha. Utang juga membantu kita mendapatkan barang kebutuhan kita yang harganya mahal seperti rumah atau kendaraan.

Dengan demikian, Anda harus benar-benar selektif dalam berutang. Berutanglah untuk hal-hal yang sangat penting. Pertimbangkan kemampuan membayar Anda dan jangan sampai menggangu pengeluaran rutin Anda. Perhatikan juga skema utang yang ditawarkan. Bagaimana dengan tingkat bunga yang ditawarkan. Bunga efektifkah atau bunga flat. Sistem bunga fixed atau floating.

5. Diversifikasi Investasi Anda

Kalau Anda sudah mulai melakukan investasi, ingatlah bahwa selain menawarkan keuntungan investasi juga berisiko. Tiap-tiap instrumen investasi memiliki risikonya masing-masing. Pada umumnya, dalam berinvestasi dikenal istilah ”high risk high return”. Semakin besar potensi keuntungan, maka semakin besar pula potensi ruginya.

Untuk meminimalisasi risiko Anda sebaiknya menyimpan uang Anda dalam berbagai jenis investasi. Dengan demikian risiko investasi Anda berkurang.

6. Proteksi Dengan Asuransi

Dalam dunia yang moderen ini, risiko yang kita pikul bisa kita alihkan kepada fihak lain yaitu perusahaan Asuransi. Dengan demikian, risiko yang kita miliki bisa kita kurangi bahkan bisa kita hilangkan. 

Namun demikian, sebagai kompensasinya kita mesti memberikan harga atas pengalihan risiko ini. Harga ini dinamakan premi Asuransi. Semakin besar risiko, maka semakin besar pula premi.

Nah, karena asuransi ini memiliki harga, maka sebaiknya juga kita memperhatikan kemampuan keuangan kita. Lakukanlah trade off antara tindakan meminimalisir risiko dengan asuransi dengan kemampuan keuangan kita.

7. Menabunglah Secara Rutin

Jika berutang mengundang risiko, maka sebaliknya menabung mengurangi risiko keuangan Anda. Dengan menabung, berati likuiditas keuangan Anda besar sehingga jika suatu saat Anda mengalami kerugian atau di PHK atau memerlukan uang tunai untuk sesuatu yang sangat mendadak, maka kejadian ini tidak akan membuat goyah posisi keuangan Anda. So, menabunglah.

Saat ini beberapa perusahaan Asuransi juga menawarkan produk Asuransi yang digabung dengan tabungan. Beberapa bank juga menawarkan produk tabungan dengan proteksi asuransi. Jadi dengan menabung sekaligus Anda melakukan proteksi atas kegagalan Anda untuk menabung karena cacat tetap atau meninggal dunia.

Agar kegiatan menabung Anda lancar, sebaiknya Anda merencanakan jumlah yang akan ditabung tiap bulan. Kemudian pilihlah produk tabungan berjangka yang hanya bisa diambil setelah jangka waktu tertentu. 

Pilih juga tabungan yang diproteksi oleh Asuransi sehingga jika kita tidak mampu menyetor tabungan, tabungan tersebut bisa diteruskan oleh perusahaan Asuransi.

Post a Comment for " 7 Tips Mengelola Risiko Keuangan Keluarga"