-->

Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah

Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah - Menurut Sadono Sukirno (1996), konsep pembangunan ekonomi adalah upaya untuk meningkatkan pendapatan per kapita sekaligus memelihara potensi kekuatan ekonomi dengan mentransformasikannya menjadi ekonomi riil dalam pemanfaatan teknologi, investasi, tambahan pengetahuan dan lain-lain.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi merupakan proses peningkatan kapasitas produksi perekonomian yang terwujud dalam peningkatan pendapatan nasional.

Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jika terjadi peningkatan produk nasional bruto (GNP) riil di negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi ini merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Perbedaan keduanya adalah bahwa keberhasilan pertumbuhan ekonomi lebih bersifat kuantitatif yaitu peningkatan standar pendapatan dan tingkat output yang dihasilkan. Di sisi lain, pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, tidak hanya meningkatkan output tetapi juga mengubah struktur produksi dan alokasi input ke berbagai sektor ekonomi, seperti institusi, pengetahuan, sosial dan teknis.

Perencanaan pembangunan ekonomi daerah berarti upaya untuk merencanakan penggunaan sumber daya publik yang tersedia di wilayah yang lebih luas dari sebelumnya dengan meningkatkan kemampuan sektor swasta untuk menciptakan nilai dari sumber daya secara individual dengan cara yang bertanggung jawab. 

Perencanaan Pembangunan Ekonomi Menurut Para Ahli

Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah
Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah 

Perencanaan Pembangunan Ekonomi Menurut Arsyad

Menurut Arsyad, dasar perencanaan memiliki 4 (empat) unsur antara lain:

  1. Perencanaan adalah sebuah pilihan
  2. Perencanaan adalah alat alokasi sumber daya
  3. Perencanaan adalah alat untuk mencapai tujuan Anda
  4. Rencanakan masa depan.

Meskipun belum ada konsensus, pengertian perencanaan pembangunan ekonomi pada dasarnya dapat dipahami sebagai berikut:

Perencanaan pembangunan ekonomi mengendalikan dan mengatur perekonomian untuk mencapai tujuan dan sasaran tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Pengertian perencanaan pembangunan ekonomi adalah suatu proses pengambilan keputusan atau pilihan yang berkesinambungan tentang penggunaan berbagai sumber daya alternatif untuk mengendalikan perekonomian guna mencapai sasaran atau tujuan tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Pengertian pembangunan pada dasarnya adalah upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur. Pembangunan juga dipahami sebagai pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan keadilan sosial. Ada tiga model yang diterima oleh pembangunan, yaitu perubahan, pertumbuhan, dan perbaikan.

Perencanaan Pembangunan Ekonomi Menurut Chadwick

Menurut Chadwick, dari perspektif sistem, perencanaan adalah proses multi-level yang dapat mengontrol pengaturan aktivitas sehingga alur kerja dapat dijalankan secara berurutan.

Dalam buku Planning and Ecology, Roberts et al.(1984) mendefinisikan perencanaan sebagai kegiatan yang berkaitan dengan alokasi rasional dan eksploitasi sumber daya untuk kepentingan masyarakat, dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Di sisi lain, perencanaan pembangunan tidak dapat memisahkan dua konsep hubungan antara sistem sosial dengan lingkungan alam atau sistem ekologi.

Perencanaan Pembangunan Ekonomi Menurut Eagles ( 1984 )

Menurut Eagles (1984), dari segi lingkungan, perencanaan pembangunan memiliki dua komponen, yaitu:

  1. Serangkaian alasan untuk mempertimbangkan tujuan pembangunan dari perspektif pembangunan manusia dan ekologi. 

  2. Kumpulan kriteria tersebut menjadi tolak ukur untuk menilai pembangunan dari sudut pandang etika sosial dan etika ekologis.

Unsur  perencanaan pembangunan ekonomi

Unsur kunci dari rencana pembangunan ekonomi meliputi:
  • Kebijakan dasar atau strategi dasar rencana pembangunan.
  • Ada kerangka perencanaan makro.
  • Deskripsi kerangka kebijakan yang konsisten seperti kebijakan fiskal, moneter, pembangunan, harga dan kebijakan sektoral lainnya
  • Perkirakan sumber daya untuk pembangunan, terutama pembiayaan pembangunan.
  • Perencanaan pembangunan merupakan program investasi yang dilaksanakan per sektor. Penyusunan program investasi lapangan ini dibarengi dengan penyusunan rencana target.

Apa Tujuan Perencana pembangunan ekonomi daerah ?

Tujuan Perencanaan Pembangunan ekonomi mencakup orientasi operasional sebagai pedoman kegiatan yang ditujukan untuk mencapai tujuan pembangunan dan meningkatkan penggunaan sumber daya publik yang tersedia. Tingkatkan kapasitas sektor swasta untuk secara bertanggung jawab menciptakan nilai sumber daya pribadi untuk kepentingan pembangunan masyarakat secara umum. 

Harapan tentang potensi, prospek pengembangan, hambatan dan risiko di masa depan. Menawarkan kesempatan untuk mendapatkan pilihan terbaik. Mencapai skala prioritas perhatian target. Merupakan ukuran atau ukuran dalam proses monitoring dan evaluasi. 

Meningkatkan penggunaan sumber daya publik yang tersedia.

Mengarahkan kegiatan, membimbing kegiatan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Meningkatkan kapasitas sektor swasta untuk secara bertanggung jawab menciptakan nilai sumber daya swasta untuk kepentingan pembangunan masyarakat secara keseluruhan.

Berikan kesempatan untuk membuat pilihan terbaik. Ada perkiraan potensi, prospek pengembangan, kendala dan risiko ke depan.

Prioritas dibuat sesuai dengan pentingnya tujuan.

Sebagai alat ukur/pemantauan standar

Mekanisme Perencanaan Pembangunan Ekonomi

Ada empat jenis mekanisme perencanaan pembangunan ekonomi daerah. 

Pertama, melalui proses politik dimana perencanaan pembangunan ekonomi menjadi bagian dari visi dan misi kepala daerah terpilih, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. 

Kedua, melalui pendekatan teknokratis. Perusahaan swasta, meminta izin dari pemerintah daerah, merencanakan pembangunan ekonomi melalui kegiatan pembangunan, termasuk pembangunan pertambangan, perkebunan, perumahan, pasar, resor wisata dan kegiatan gerak lainnya. 

Ketiga, perencanaan pembangunan ekonomi dengan pendekatan partisipatif. Pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemanfaatan sumber daya alam melalui pembinaan dan arahan pemerintah. 

Keempat, perencanaan pembangunan ekonomi dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas sesuai dengan struktur organisasi Pemerintah.

Infrastruktur dasar perencanaan pembangunan ekonomi daerah harus dicapai secara berkelanjutan berdasarkan prinsip keterpaduan, keberlanjutan dan keadilan sosial. Infrastruktur dasar harus diprioritaskan untuk dibangun oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha. 

Jalan dan jembatan, listrik, telekomunikasi, air dan gas rumah tangga harus menjadi prioritas utama di semua unit wilayah, mulai dari pedesaan hingga perkotaan. Hanya dengan demikian kawasan ekonomi regional, permukiman, pendidikan, pasar, dan layanan publik lainnya akan efektif dan efisien.

Selain itu, perencanaan pembangunan ekonomi daerah harus didukung dengan menciptakan rasa aman di daerah. Kelancaran sistem transportasi dari dan ke pusat-pusat produksi, ketersediaan infrastruktur pasar yang memadai, ketersediaan industri pengolahan bahan baku harus dipastikan oleh pemerintah daerah. 

Akibatnya, perekonomian daerah akan memiliki langkah pembangunan yang cepat. Sebaliknya, jika pemerintah daerah tidak memprioritaskan, maka pertumbuhan ekonomi akan melambat. Hanya dengan pertumbuhan penuh distribusi kekayaan terjadi.

Mengapa Perencanaan Ekonomi Diperlukan ?

Ada beberapa alasan mengapa perencanaan pembangunan Ekonomi daerah diperlukan. 

  1. Kondisi Ekonomi Tiap Daerah Berbeda - beda 
  2. Tingkat perkembangan bervariasi dari satu daerah ke daerah lain. 
  3. Adanya ketimpangan ekonomi antar daerah. 
  4. Adanya ekspansi ekonomi dari satu daerah ke daerah lain.

Apa Ciri Perencanaan Pembangunan Ekonomi ?

  • Berusaha keras untuk mencapai tujuan pertumbuhan sosial yang stabil (stable social growth). 
  • Upaya untuk meningkatkan pendapatan.
  • Upaya transformasi struktur ekonomi; Upaya diversifikasi ekonomi.
  • Upaya memperluas kesempatan kerja. Mengupayakan pemerataan pembangunan; KEADILAN DISTRIBUSI.

Berikut adalah beberapa ciri umum pembangunan ekonomi di suatu negara.

Meningkatkan pendapatan per kapita

Fitur pertama dari pembangunan ekonomi adalah pendapatan per kapita. Hal tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi yaitu pendapatan per kapita meningkat karena stabilitas ekonomi yang baik.

Namun, peningkatan pendapatan per kapita ini harus dipertahankan. Selain itu, bukan berarti pendapatan per kapita negara harus terus meningkat.

Suatu negara dapat mengalami bencana alam atau gejolak politik yang menyebabkan penurunan perekonomian negara tersebut. Namun, keadaan ini hanya bersifat sementara. Pada dasarnya rata-rata kegiatan ekonomi suatu negara meningkat setiap tahunnya.

Kontrol populasi

Pertumbuhan penduduk suatu negara tidak serta merta menunjukkan keberhasilan pembangunan ekonomi di negara tersebut. Jumlah penduduk yang besar berpotensi menimbulkan berbagai masalah, seperti terhambatnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya pengangguran dan kriminalitas.

Alih-alih pertumbuhan populasi, kontrol populasi adalah fitur pembangunan ekonomi. Dalam buku Kependudukan:

Teori, Fakta, dan Masalah Achmad Faqih (2010), pengendalian penduduk adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk membatasi pertumbuhan penduduk, biasanya dengan mengurangi kelahiran.

Salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan jumlah penduduk di Indonesia yaitu melalui program Keluarga Berencana (KB). Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar. Setiap tahun jumlah penduduk Indonesia mengalami peningkatan. Pada 2019, jumlah penduduk Indonesia mencapai 267 juta jiwa. Program KB dinilai cukup efektif menahan pertumbuhan penduduk Indonesia.

Ilmu dan teknologi terapan

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) terus berkembang. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan berarti tanpa penerapannya. Dengan demikian, pembangunan ekonomi suatu negara mau tidak mau mengarah pada potensi penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pembangunan ekonomi harus mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan suatu negara melalui penerapan ilmu pengetahuan. Jika dulu pembangunan ekonomi membutuhkan tenaga kerja dan modal, kini saatnya mengandalkan penerapan iptek sebagai pilar untuk menambah nilai.

Indeks kualitas hidup

Indeks kualitas hidup digunakan sebagai indikator keberhasilan pembangunan ekonomi karena semakin baik indeks kualitas hidup maka perekonomian semakin maju. Secara keseluruhan, indeks kualitas hidup dibagi menjadi tiga bagian. Ketiga faktor tersebut adalah harapan hidup rata-rata, kematian bayi dan angka melek huruf.

Mari kita lihat ketiga bagian ini. Jika pembangunan ekonomi suatu negara berjalan dengan baik, angka harapan hidup akan meningkat. Hal ini tercermin dari pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang terdistribusi secara adil.

Orang bisa makan sendiri sehingga hampir tidak ada kekurangan makanan. Tidak hanya makanan, akses ke berbagai fasilitas kesehatan juga cenderung mudah. Jika orang sakit, mereka juga dapat memenuhi kebutuhan medisnya.

Bagian kedua adalah kematian bayi. Jika ekonomi berkembang dengan baik, angka kematian bayi akan menurun. Hal ini tercermin dari pemberian pelayanan gizi, gizi dan kesehatan yang lengkap dari ibu hamil kepada bayinya. 

Kemudian, semakin baik pembangunan ekonomi, semakin tinggi angka melek huruf. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya organisasi yang mendukung literasi. Orang-orang juga dengan mudah berkomunikasi dengan orang-orang terpelajar untuk memahami perkembangan suatu negara.

Perubahan struktur

Pembangunan ekonomi juga dapat menyebabkan perubahan struktural. Perubahan struktural tersebut misalnya berupa pergeseran dari kegiatan pertanian ke kegiatan nonpertanian atau dari industri ke jasa. Perubahan juga dapat mencakup ukuran unit produksi, transisi dari perusahaan swasta ke hukum, atau perubahan status pekerjaan pekerja yang menjadi tujuan pembangunan ekonomi. .

Perubahan struktural ini dapat memiliki implikasi positif dan negatif. Dampak positifnya, seperti terbukanya lapangan pekerjaan baru.

Sedangkan dampak negatifnya antara lain berkurangnya luas lahan hijau akibat pembangunan infrastruktur yang berlebihan, munculnya berbagai macam pencemaran lingkungan, dan berkurangnya lahan pertanian akibat penggusuran.

Masalah sosial juga dapat muncul karena perubahan struktur, seperti kepadatan penduduk akibat urbanisasi.

Syarat-Syarat Keberhasilan Suatu Perencanaan Pembangunan

Menurut Jhingan (1983), ada syarat-syarat perencanaan pembangunan yang berhasil, antara lain:

Komisi Perencanaan

Membentuk panitia perencanaan (organisasi atau organisasi) yang harus diatur dengan baik dan dibagi menjadi bagian dan subbagian yang dikoordinir oleh para ahli seperti ahli statistik, ahli ekonomi, ahli teknik dan ahli lainnya yang berkaitan dengan masalah ekonomi.

Data Statistik

Perlu untuk menganalisis seluruh sumber daya properti, termasuk potensinya dan segala kekurangannya. Analisis tersebut sangat penting untuk mendapatkan informasi dan data statistik tentang sumber daya potensial lainnya seperti sumber daya manusia, sumber daya alam dan modal yang tersedia di negara ini.

Tujuan

Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dapat ditetapkan dalam suatu rencana. Berbagai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai harus sesuai dengan kondisi perekonomian negara yang bersangkutan dan harus realistis. Tentukan tujuan dan prioritas

Penetapan Sasaran dan prioritas perencanaan 

Tujuan makro harus dirumuskan dengan jelas dan mencakup semua aspek ekonomi dan dapat diukur. Untuk indikator industri. harus konsisten dengan tujuan makro, agar ada keselarasan dalam pelaksanaan tujuan.

Mobilisasi sumber daya

Dalam proses perencanaan, pemerintah menentukan ketersediaan dana, sebagai dasar untuk memobilisasi sumber daya yang tersedia. Pendanaan ini dapat berasal dari sumber luar negeri maupun dalam negeri (domestik).

Keseimbangan dalam perencanaan

Untuk menghindari kekurangan atau surplus selama periode perencanaan, sebuah rencana harus memastikan keseimbangan ekonomi.

Jadi, Rencana Pembangunan Ekonomi “Pengetahuan, Elemen, Tujuan, Karakteristik”. Semoga dapat memberikan sedikit wawasan bagi pembaca dan bermanfaat. Terima kasih

LihatTutupKomentar