Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Allah, Sang Pencipta yang Maha Agung Rahasia Sunnah

Ketahuilah -wahai manusia yg berakal- sesungguhnya Rabb yg menciptakan anda dari mulanya tdk ada & telah memelihara anda dgn nikmat-Nya adl (Allah) Rabb semesta alam. Dan orang-orang yg berakal mereka beriman kpd Allah Yang Maha tinggi, mereka tdk melihat-Nya dgn mata kepala mereka, namun mereka telah melihat bukti-bukti yg menunjukkan akan keberadaan-Nya, & bahwa Dia adl Pencipta yg Mengurus semua yg ada, mereka mengenal-Nya dgn bukti-bukti itu. Diantara bukti-bukti itu adl :

Bukti pertama :Keberadaan manusia & kehidupan: adalah sesuatu yg baru yg memiliki permulaan & akhir, membutuhkan pd yg lain. Sedangkan sesuatu yg baru & butuh kpd yg lain adl makhluk, & makhluk tentu ada yg menciptakannya, & Pencipta (Khalik) yg Maha Agung ini adl ( Allah ).

Dan Allah sendiri telah mengabarkan akan Dzat-Nya yg Suci, bahwasanya Dialah Pencipta (Khalik), Yang Mengurus semua yg ada, & kabar ini datangnya dari Allah Ta’ala dalam kitab-kitab-Nya, yg telah diturunkan kpd para Rasul-Nya.

Dan Rasulullah telah menyampaikan Firman-Nya kpd manusia, mengajak mereka utk beriman & beribadah hanya kepada-Nya.

Allah Ta’ala telah berfirman dalam kitab-Nya yg Agung:

“Sesungguhnya Rabb kalian semua adl Allah yg telah menciptakan langit & bumi dalam masa enam hari, kemudian Dia bersemayam diatas Arsy.Dia menutupkan malam pd siang yg mengikutinya dgn cepat, & (diciptakannya pula( matahari, bulan & bintang-bintang (masing-masing) tunduk pd perintah-Nya, Ingatlah menciptakan & memerintah itu hanyalah hak Allah, Maha suci Allah Rabb semesta alam .” (Al Qur’an Surat: Al A`raaf:;54)

Makna global ayat yg mulia ini: “Allah mengabarkan kpd seluruh manusia bahwa Dia adl Rabb yg telah menciptakan mereka & menciptakan langit & bumi dalam enam hari & mengabarkan bahwa Dia Bersemayam diatas Arsy-Nya.

Arsy berada diatas langit, & Arsy itu merupakan makhluk yg tertinggi & terluas, Dan Allah berada diatas Arsy ini, Allah bersama seluruh makhluk dgn Ilmu, Pendengaran & Penglihatan-Nya.

Tidak ada sesuatu urusan makhlukpun yg tersembunyi dari-Nya, & Allah yg Maha Perkasa mengabarkan bahwa Dia menjadikan malam menutup siang dgn kegelapannya, kemudian siang mengikutinya dgn cepat, 

Diapun mengabarkan bahwa Dia menciptakan matahari, bulan & bintang-bintang, semuanya tunduk & berjalan diatas peredarannya dgn perintah Allah, & Allah mengabarkan juga bahwa hanya bagi-Nya urusan penciptaan & pengaturan alam semesta ini, Dia yg Maha Sempurna; Dzat & sifat-sifat-Nya, yg memberikan kebaikan yg byk & terus-menerus, & Dialah Rabb alam semesta yg menciptakan & memelihara mereka dgn nikmat-Nya.

Allah Ta’ala Berfirman :

“ Dan sebagaian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya adl malam, siang, matahari & bulan . Janganlah bersujud kpd matahari & janganlah (pula) kpd bulan,tapi bersujudlah pd Allah, yg menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya berserah diri .” (QS, Fushshilat:37)

Makna global ayat yg mulia:

Allah Ta’ala mengabarkan bahwa diantara tanda yg menunjukkan akan kekuasaan-Nya adl : malam & siang, matahari & bulan & Allah melarang utk sujud kpd matahari, & bulan karena keduanya adl makhluk sebagaimana makhluk yg lainnya, makhluk itu tdk layak utk diibadahi, sedangkan sujud termasuk jenis ibadah. Dan pd ayat ini Allah memerintahkan manusia, sebagaimana memerintahkan yg lain, supaya mereka hanya bersujud kepada-Nya saja, karena Dialah Pencipta, Pengatur yg berhak diibadahi.

Bukti kedua:Bahwa dia telah menciptakan laki-laki & perempuan: keberadaan perempuan & lelaki adl sbgbukti akan adanya Allah.

Bukti ketiga:Perbedaan bahasa & warna kulit: tdk pernah didapati 2 orang yg suaranya satu atau warna kulitnya sama, tapi pasti ada perbedaan antara keduanya.

Bukti keempat:Perbedaan nasib: Yang ini kaya, yg ini miskin, yg ini pemimpin & yg itu yg dipimpin (rakyat) padahal mereka semuanya sama-sama memiliki akal, pikiran & ilmu. Manusia menginginkan sesuatu yg tdk bisa dicapai, seperti; kaya, kemuliaan, istri yg cantik, namun tdk ada seorangpun yg mampu mencapai sesuatu kecuali yg telah di takdirkan Allah untuknya, hal itu karena hikmah yg besar yg telah dikehendaki Allah Subahanahu wa taala. 

Dan diantara hikmah perbedaan nasib; adl menguji sebagian manusia dgn sebagian yg lain & agar sebagian manusia menjdai pelayan bagi sebagian yg lain sehingga tercipta keseimbangan hidup bagi semua manusia.Dan bagi yg tdk ditakdirkan oleh Allah bernasib baik didunia

Allah mengabarkan bahwa Dia akan memberikan kpd mereka keberuntungan yg lbh baik, yaitu; kenikmatan di surga jika ia mati dalam keadaan beriman kpd Allah, sungguhpun demikian Allah telah memberi orang fakir sesuatu keistemewaan yg bisa dinikmati jiwa & kesehatan, yg kebanyakan tdk didapatkan oleh orang-orang yg kaya & ini merupakan kebijaksanaan & keadilan Allah

Bukti kelima:Tidur & mimpi benar yg Allah tampakkan didalamnya kpd orang yg tidur sesuatu perkara ghaib sbgberita gembira atau peringatan.

Bukti keenam:Keberadaan ruh dimana tdk ada yg mengenal hakikatnya selain Allah saja.

Bukti ketujuh:Manusia, berikut anggota tubuhnya berupa panca indra, urat saraf, otak, alat pencernaan & selainnya.

Bukti kedelapan:Allah menurunkan hujan pd tanah yg tandus lalu muncul tumbuh-tumbuhan serta pepohonan beraneka ragam bentuk, corak, manfaat & rasanya. Ini merupakan sedikit diantara ratusan bukti yg Allah Ta’ala sebutkan dalam Al Qur’an & yg Dia kabarkan bahwa semua itu merupakan bukti kuat akan eksistensi Allah & bahwa Dialah Pencipta sekaligus Pengatur seluruh makhluk yg ada.

Bukti kesembilan:Fitrah yg Allah ciptakan pd manusia mengakui akan eksistensi Allah sbgPencipta & Pengaturnya. Siapa yg mengingkari hal itu berarti dia hanya mencelakakan dirinya sendiri. Orang atheis misalnya, hidup di dunia ini dalam keadaan celaka sedang tempat kembalinya kelak setelah kematian adl neraka sbgbalasan mendustakan Rabbnya yg telah menciptakan dirinya dari awalnya tdk ada & memeliharanya dgn berbagai nikmat. Kecuali kalau dia mau bertaubat & beriman kpd Allah, agama serta Rasul-Nya.

Bukti kesepuluh:Keberkahan, yaitu: pertambahan yg cepat pd sebagian makhluk, seperti; kambing. Sebaliknya kegagalan reproduksi pd sebagian binatang, seperti; anjing & kucing.Diantara sifat Allah Ta’ala adl ada-Nya tanpa permulaan

Hidup terus menerus, tdk akan mati & tdk akan berakhir, Maha Kaya, berdiri sendiri, tdk membutuhkan yg lain serta Maha Esa tanpa sekutu. Allah Ta’ala berfirman:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adl Dzat yg bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak & tdk pula diperanakkan. Dan tdk ada seorangpun yg setara dgn Dia.” (QS.Al Ikhlas:1- 4)

Makna ayat:

Tatkala orang-orang kafir bertanya kpd Rasulullah  tentang sifat Allah maka Allah menurunkan surat ini seraya memerintahkan kpd beliau utk menyatakan kpd mereka: Allah itu Esa tdk ada sekutu bagi-Nya. Allah itu Dia-lah Yang Maha Hidup Abadi lagi Maha Mengatur. Bagi-Nya semata kekuasaan mutlak atas alam semesta, manusia & segala sesuatu. Hanya kepada-Nya saja seluruh manusia wajib kembali dalam rangka memenuhi segala kebutuhan mereka.

Dia tdk beranak & tdk pula diperanakkan. Tidak benar Dia mempunyai putra atau putri, ayah atau ibu. Bahkan Dia sangat menafikan itu semua dari diri-Nya dalam surat ini demikian pula pd surat yg lain. Sebab berketurunan & beranak pinak merupakan sifat makhluk. Allah telah membantah ucapan kaum Nasrani: “Al Masih itu anak Allah” & ucapan kaum Yahudi: “Uzair itu anak Allah. Serta ucapan yg menyatakan: “Malaikat putri Allah” & Dia mengecam keras ucapan bathil ini.

Allah mengabarkan bahwa Dia menciptakan Al masih Isa  dari seorang ibu tanpa ayah dgn kuasa-Nya sebagaimana Dia menciptakan Adam bapak manusia dari tanah. Sebagaimana pula Dia menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam lalu tiba-tiba Adam melihat Hawa telah berada di sampingnya. Kemudian menciptakan anak keturunan Adam dari air mani laki-laki & perempuan. Allah menciptakan segala sesuatu dari mulanya tdk ada. 

Dan setelah itu Dia menciptakannya sesuai dgn sunnah & aturan yg telah Dia tetapkan bagi semua makhluk-Nya, & tdk seorangpun mampu merubahnya. Jika Allah menghendaki merubah aturan ini maka Dia ubah sesuai kehendak-Nya sebagaimana Dia mewujudkan Isa ‘alaihissalam dari seorang ibu tanpa bapak. 

Sebagaimana Dia menjadikan Isa mampu berbicara di buaian sebagaimana pula Dia merubah tongkat Musa ‘alaihis salam menjadi seekor ular yg bergerak-gerak. Tatkala Musa memukulkan tongkat tersebut ke laut maka lautpun terbelah & menjadi sebuah jalan yg bisa dilewati Musa beserta kaumnya.

Sebagaimana Allah mampu membelah bulan sbgmukjizat penutup para Rasul, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjadikan pohon bisa mengucapkan salam kpd beliau ketika melewatinya. Dia menjadikan hewan bersaksi atas kerasulan beliau di hadapan beliau dgn suara yg bisa didengar manusia. 

Hewan itu berkata: Aku bersaksi engkau utusan Allah. Beliau pernah diperjalankan di atas Buraq dari masjid Haram ke masjid Al Aqsa. Kemudian beliau dimi’rajkan ke langit ditemani malaikat Jibril hingga sampai ke langit. Lalu Allah ta’ala berbicara kpd beliau & mewajibkan shalat atas beliau. Kemudian kembali ke masjid Al Haram di bumi. 

Beliau melihat di perjalanan para penghuni langit. Semua itu terjadi hanya dalam tempo semalam sebelum terbit fajar. Kisah Isra’ Mi’raj ini masyhur baik di Al Qur’an, hadits maupun buku-buku sejarah.

Diantara sifat Allah ta’ala: Mendengar, melihat, ilmu, qudrah (kuasa), iradah (kehendak). Dia mendengar & melihat segala sesuatu. Tidak ada hijab apapun yg menghalang-halangi pendengaran & penglihatan-Nya.

Allah mengetahui apa yg ada di dalam rahim & apa yg tersembunyi dalam dada, apa yg telah terjadi & yg akan terjadi. Dialah yg Maha Kuasa lagi Maha berkehendak yg jika menghendaki sesuatu tinggal berkata: “Kun” (Jadilah) maka terjadi.

Diantara sifat Allah Ta’ala yg Dia sifatkan utk diri-Nya: Berbicara sesuai apa yg dikehendaki-Nya & kapan saja Dia berkehendak. Allah telah berbicara kpd Musa ‘alaihis salam berbicara kpd Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam & Al Qur’an merupakan kalam Allah baik huruf maupun maknanya yg Dia turunkan kpd Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi ia merupakan satu sifat diantara sifat-sifat-Nya. Bukan makhluk sebagaimana yg dikatakan kelompok Mu’tazilah yg sesat.

Diantara sifat Allah Ta’ala yg Dia sifatkan bagi diri-Nya & disifatkan pula oleh Rasul-Nya: wajah, 2 tangan, istiwa’ (bersemayam), turun2, ridha & marah. Allah ridha terhadap hamba-hamba-Nya yg mukmin & murka terhadap orang-orang kafir serta orang-orang yg mengerjakan hal-hal yg mengakibatkan murka-Nya. Ridha & murka-Nya sebagaimana sifat-sifat yg lain, tdk serupa dgn sifat makhluk, tdk boleh dita’wilkan & dijelaskan kaifiyyatnya.

Dinyatakan dalam Al Qur’an & As Sunnah bahwa orang-orang mukmin kelak melihat Allah ta’ala dgn mata kepala di padang mahsyar & di surga. Sifat-sifat Allah ta’ala disebutkan secara rinci dalam Al Qur’an & hadits-hadits Rasul  maka hendaknya anda merujuk kepadanya.

Post a Comment for " Mengenal Allah, Sang Pencipta yang Maha Agung Rahasia Sunnah"